Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apa itu Cypto Winter 2022? Ini Saran Bagi Para Investor

Menurut para analis cryptocurrency, tidak menutup kemungkinan bahwa crypto winter 2022 akan terjadi.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  14:38 WIB
Ilustrasi Bitcoin. Aset cryptocurrency terbesar ini menembus level US23.000 untuk pertama kalinya pada Kamis (17/12/2020). - Bloomberg
Ilustrasi Bitcoin. Aset cryptocurrency terbesar ini menembus level US23.000 untuk pertama kalinya pada Kamis (17/12/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Crypto Winter 2022 akan terjadi dengan harga yang menurun drastis. Hal ini membuat para investor akan terancam merugi.

Crypto winter 2022 adalah penurunan drastis dalam nilai cryptocurrency di bawah nilai tren bullish normal. Fenomena crypto winter biasanya terjadi ketika periode bull run yang sedang berlangsung memperoleh penilaian negatif. 

Tren investasi pada mata uang kripto atau cryptocurrency memang sedang populer kalangan anak muda. Namun, sama halnya dengan jenis investasi lain, mata uang kripto juga memiliki peluang merugi, seperti isu yang saat ini beredar mengenai fenomena crypto winter.

Sepanjang tahun 2021, Gala (GALA) menjadi aset crypto yang memiliki kinerja paling apik. Gala (GALA) mempunyai harga yang relatif konstan.

Namun menariknya, 3 mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, seperti Binance Coin (BNB), Ethereum (ETH), dan Bitcoin (BTC) justru tercatat mengalami ketertinggalan. Hal ini menimbulkan rasa khawatir para investor akan benar terjadinya crypto winter 2022.

Menurut para analis cryptocurrency, tidak menutup kemungkinan bahwa crypto winter 2022 akan terjadi. Hal ini karena nilai mata uang kripto yang sudah cukup tinggi sepanjang tahun. Jika ketiga raja mata uang kripto tersebut sungguh memasuki crypto winter, maka aset cryptocurrency lainnya akan terkena dampak secara tidak langsung.

Binance Coin (BNB), Ethereum (ETH), dan Bitcoin (BTC) berturut-turut berada di posisi 6, 7, dan 8 sepanjang tahun 2021. BNB dan ETH yang berada di atas BTC dengan perubahan 1.258,31 persen dan 411,88 persen. Lalu, BTC berada di posisi terakhir dengan persentase perubahannya hanya 76,62 persen. Selanjutnya, ada Solana (SOL) dan Terra (LUNA) yang menempati posisi 4 dan 5.

SOL memiliki perubahan yang cukup baik, yaitu 11.178,15 persen dan Terra (LUNA) sebesar 13.049,23 persen. Berikutnya, posisi top 3 ditempati oleh The Sandbox (SAND), Axie Infinity (AXY), dan Gala (GALA).

Gala (GALA) menduduki peringkat pertama dengan nilai perubahan sebesar  32.757,14 persen. Lalu, di bawahnya ada posisi kedua dan ketiga, yaitu Axie Infinity (AXY) dan Sandbox (SAND) mengalami perubahan 14.525,00 persen serta 17.177,78 persen.

Untuk menghadapi crypto winter 2022, para investor harus memilih aset mata uang kripto dengan fundamental yang sangat baik. Terutama pilih koin yang masuk di 10 besar berdasarkan kapitalisasi pasar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi investor cryptocurrency mata uang kripto
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top