Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Program Powerhouse Daging Sapi IA-CEPA Tersendat, Ini Kendalanya

Harga pasokan sapi bakalan dari Australia relatif tinggi membuat implementasi program economic powerhouse dalam kemitraan Indonesia Australia - Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) tidak optimal.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  22:30 WIB
Ilustrasi peternakan sapi
Ilustrasi peternakan sapi

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal menilai tidak optimalnya implementasi program economic powerhouse dalam kemitraan Indonesia Australia - Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA)  disebabkan oleh pemulihan populasi sapi yang masih berlangsung di Negara Kanguru tersebut. 

Konsekuensinya, Fithra mengatakan harga pasokan sapi bakalan dari Australia relatif tinggi yang diiringi dengan volume pasokan terbatas. Menurut dia, kondisi itu akan bertahap sementara seiring dengan proses pemulihan populasi sapi tersebut. 

“Kita tidak bisa menilai secara jangka pendek, kita harus melihat jangka panjangnya seperti apa, di jangka pendek jelas salah untuk meminta harga murah karena memang keterbatasan stok di Australia,” kata Fithra melalui sambungan telepon, Selasa (11/1/2022).

Dia mengatakan permintaan stabilisasi harga impor sapi bakalan itu dapat diambil setelah ketersediaan pasokan negara importir terkendali. Saat itu, kata dia, pelaku usaha dalam negeri dapat kembali menegaskan komitmen kerjasamanya lewat IA-CEPA khususnya dalam upaya pengembangan rantai nilai pangan di tingkat regional. 

“Setelah populasi sapi ini selesai bisa melakukan stabilisasi harga baru kita membuat komitmen yang lebih dalam terkait dengan IA-CEPA,” tuturnya. 

Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong (Gapuspindo) meminta pemerintah Australia untuk memasok sapi bakalan dengan harga yang layak seiring dengan program economic powerhouse rantai nilai pangan dalam kemitraan IA-CEPA. 

Direktur Eksekutif Gapuspindo Joni P. Liano mengatakan harga sapi bakalan dari Australia saat ini relatif mahal untuk industri pangan dalam negeri. Joni menuturkan biaya impor sapi bakalan dari Australia sudah mencapai Rp60.000 per kilogram berat sapi hidup. 

“Pemerintah Australia seharusnya memberikan insentif kepada peternaknya untuk bisa memasok Indonesia dengan harga yang layak, apalagi dalam hubungan kerjasama,” kata Joni melalui sambungan telepon, Selasa (11/1/2022). 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor sapi ia-cepa impor sapi bakalan
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top