Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelindo Multi Terminal Optimalkan Layanan Angkut Sawit

PT Pelindo Multi Terminal akan memfokuskan layanan kepelabuhanannya pada pengelolaan terminal non-petikemas, seperti terminal curah cair, curah kering, multipurpose, hingga terminal penumpang dan terminal kendaraan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 06 Januari 2022  |  20:02 WIB
KM Chembulk Virgin Gorda yang bermuatan palm oil sebanyak 6.000 ton menjadi kapal terakhir yang lepas sandar di Pelabuhan Dumai, Jumat (1/1/2021).  - Kementerian BUMN
KM Chembulk Virgin Gorda yang bermuatan palm oil sebanyak 6.000 ton menjadi kapal terakhir yang lepas sandar di Pelabuhan Dumai, Jumat (1/1/2021). - Kementerian BUMN

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) telah memulai operasional cargo handling perdana di terminal curah kering di Pelabuhan Dumai, Riau.

“Resmi beroperasinya PT Pelindo Multi Terminal di Pelabuhan Dumai yang merupakan pelabuhan pengekspor CPO terbesar di Indonesia menjadi momentum awal 2022 ,” kata Direktur Utama PT Pelindo Multi Terminal Drajat Sulistyo, Kamis (6/1/2022).

PT Pelindo Multi Terminal akan memfokuskan layanan kepelabuhanannya pada pengelolaan terminal non-petikemas, seperti terminal curah cair, curah kering, multipurpose, hingga terminal penumpang dan terminal kendaraan.

Di tengah pandemi Covid-19, Pelabuhan Dumai tetap mencatatkan performa positif dalam pengapalan CPO dan turunannya di Indonesia dengan angka rata-rata mencapai lebih dari 400.000 ton tiap bulannya. Jenis komoditas curah cair yang dikirim dari pelabuhan ini di antaranya adalah Crude Palm Oil (CPO) yang diekspor ke India, China, dan Eropa.

Sementara itu untuk curah kering yaitu Palm Kernel Expeller (PKE) dan Palm Kernel Shell (PKS) banyak diekspor ke Asia Timur dan Eropa.

Kapal MV Alahas yang menjadi kapal perdana yang dilayani oleh SPMT di Pelabuhan Dumai pada awal tahun 2022 ini memiliki panjang 110 meter dan bobot 8.615 GT, dan melakukan kegiatan muat komoditas Palm Kernell Shell (PKS/Cangkang) sejumlah 10.000 metrik ton yang akan diekspor ke negara Jepang.

Seperti diketahui, PT Pelabuhan Indonesia (persero) atau Pelindo telah secara resmi memulai proses inbreng saham dan serah terima operasi kepada subholding klaster bisnis.

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan serah operasi antara Pelindo kepada Subholding ini terhitung mulai tanggal 1 Januari 2022 dan untuk bentuk kerjasamanya akan menggunakan skema Revenue Sharing.

Setelah proses serah operasi, kemudian dilanjutkan dengan pengalihan saham (inbreng) Pelindo pada Anak Perusahaan kepada Subholding sesuai klaster pelayanan petikemas, pelayanan non petikemas/multi terminal dan pelayanan jasa maritim atau pada tiga Subholding Pelindo yakni PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Pelindo Multi Terminal, PT Pelindo Jasa Maritim. Proses restrukturisasi Pelindo ini kemudian akan dilanjutkan dengan pemurnian bisnis Anak dan Cucu Perusahaan Pelindo di masing-masing klaster.

Pada 1 Januari 2022, subholding yang sudah menandatangani dokumen pada 29 Desember 2021, secara resmi telah aktif beroperasi. Kemudian pada 3 Januari 2022, melalui proses inbreng saham Anak Perusahaan resmi berada di bawah Subholding dan menjadi operator bisnis masing-masing klaster. Pengalihan saham dikompensasikan dengan penambahan penyertaan modal Pelindo di Subholding.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan pelindo logistik
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top