Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PMI Manufaktur 2021 Ekspansif, Menperin Jaga Momentum dengan Hilirisasi

Menperin Agus menargetkan pertumbuhan industri manufaktur sebesar 4,5–5 persen pada 2022.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 03 Januari 2022  |  15:26 WIB
Industri logam di Jawa Tengah.  - Antara
Industri logam di Jawa Tengah. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Menutup 2021, roda manufaktur terbilang cukup menggeliat dengan purchasing managers' index (PMI) manufaktur 53,5 pada Desember 2021.  

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pihaknya akan melanjutkan upaya hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Upaya ini dinilai telah berkontribusi bagi perekonomian nasional, di antaranya pembukaan lapangan kerja dan penerimaan devisa dari ekspor.

Agus menggarisbawahi kinerja ekspor industri manufaktur yang tumbuh ekspansif sepanjang tahun lalu. Pada Januari-November 2021, nilai ekspor dari industri manufaktur mencapai US$160 miliar atau berkontribusi sebesar 76,51 persen dari total ekspor nasional.

Angka itu tumbuh 35,36 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, dan telah melampaui capaian sepanjang 2020 sebesar US$131 miliar, bahkan lebih tinggi dari capaian ekspor 2019.

"Kenapa ekspor kita bisa naik setinggi itu? Salah satunya karena kita berani untuk menghentikan ekspor raw material, seperti bahan mentah dari minerba, yaitu nikel. Dari awalnya, ekspor sekitar US$1 miliar-US$2 miliar, kini sudah hampir mencapai US$21 miliar," katanya melalui keterangan resmi, Senin (3/1/2022).

Indikator lain pulihnya ekonomi nasional yakni impor untuk bahan baku dan bahan penolong yang juga naik sebesar 52,6 persen.

Selain itu, peringkat daya saing Indonesia juga terus meningkat, baik itu dari aspek bisnis maupun digital. Seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian nasional, Menperin menargetkan pertumbuhan industri manufaktur sebesar 4,5–5 persen pada 2022.
 
Sementara itu, PMI Manufaktur Indonesia pada Desember 2021 melampaui capaian negara-negara Asean seperti Thailand (50,6), Filipina (51,8), Vietnam (52,2), dan Malaysia (52,8). Bahkan juga mampu unggul dari PMI Manufaktur Korea Selatan (51,9), Rusia (51,6), dan China (49,9).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur kementerian perindustrian pmi manufaktur
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top