Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani: Bank Dunia dan ADB Sempat Ragu Bantu RI Tangani Covid-19, Tapi...

Sri Mulyani kemudian mengungkapkan bahwa World Bank dan ADB sempat ragu untuk memberikan pendanaan kepada Indonesia. Apa alasannya?
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 28 Desember 2021  |  21:16 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Keuangan, Senin (5/10/2021) -  Biro KLI / Kemenkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Keuangan, Senin (5/10/2021) - Biro KLI / Kemenkeu

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menceritakan masa negosiasi pendanaan penanganan Covid-19 kepada World Bank dan Asian Development Bank atau ADB. Kedua lembaga itu sempat ragu karena Indonesia menerjunkan prajurit TNI dan Polri dalam penanganan pandemi, sesuatu yang tidak lazim di negara-negara maju.

Sri Mulyani bercerita upaya memperoleh vaksin Covid-19 dan pendanaan penanganan pandemi merupakan perjuangan berat lintas kementerian, baik Kementerian Luar Negeri yang melakukan diplomasi dengan negara-negara produsen vaksin. Termasuk Kementerian Keuangan yang melobi lembaga-lembaga pemilik modal yang akan menyalurkan pendanaan.

Dua lembaga yang terbuka memberikan pendanaan terkait penanganan pandemi Covid-19 di antaranya adalah Bank Dunia (World Bank) dan ADB. Pendanaan itu akan sangat bermanfaat bagi negara-negara berkembang, terutama untuk membeli vaksin, melakukan vaksinasi, hingga pemberian berbagai stimulus atau subsidi kepada masyarakat.

Sri Mulyani kemudian mengungkapkan bahwa World Bank dan ADB sempat ragu untuk memberikan pendanaan kepada Indonesia. Alasannya, pemerintah menerjunkan anggota TNI dan Polri dalam penanganan pandemi, sementara menurut Sri Mulyani World Bank dan ADB seringkali alergi terhadap pendekatan militeristik dalam masalah kesehatan.

"Waktu saya negosiasi pendanaan, World Bank, ADB, mereka biasanya sangat alergi dengan militer mengerjakan ini [ikut menangani pandemi Covid-19]. Saya jelaskan, di Indonesia Undang-Undangnya menugaskan semua dimobilisasi, bahkan ada TNI dan Polri ikut melakukan penanganan," ujar Sri Mulyani pada Senin (28/12/2021).

Dia menjelaskan bahwa pelibatan prajurit TNI dan Polri tidak semata-mata sebagai pendekatan militeristik, karena kedua instansi tersebut dapat membantu pelaksanaan pembatasan sosial dan pelaksanaan vaksinasi. Misalnya, terdapat sentra-sentra vaksinasi di kantor kepolisian dan TNI di daerah-daerah.

"Saya jelaskan, kami aturannya begini dan ini [pelibatan anggota TNI dan Polri] bisa berjalan," ujar Sri Mulyani.

Akhirnya, World Bank dan ADB memahami kondisi Indonesia dan melihat bahwa pelibatan prajurit dapat membantu penanganan pandemi hingga ke pelosok, dengan tersebarnya para anggota di banyak tempat. Menurut Sri Mulyani, vaksinasi Covid-19 pun berjalan lebih cepat salah satunya karena dukungan TNI dan Polri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani ADB world bank tni-polri
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top