Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Properti di Asia Pasifik Tahun Depan Bisa Sentuh US$200 Miliar

Konsultan real estat global JLL memperkirakan volume investasi properti komersial di Asia Pasifik pada 2022 akan mencapai sekitar US$200 miliar.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 28 Desember 2021  |  12:56 WIB
Pembangunan apartemen di China -  Bloomberg
Pembangunan apartemen di China - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Konsultan real estat global JLL memperkirakan volume investasi properti komersial di Asia Pasifik pada 2022 akan mencapai sekitar US$200 miliar.

Angka tersebut lebih tinggi 15 persen dari perkiraan volume investasi 2021 yang hingga saat ini telah mencapai US$162 miliar sampai dengan US$169 miliar.

Perkiraan tersebut tidak terlepas dari munculnya kekhawatiran baru mengenai dampak sosial dan ekonomi akibat Covid-19.

Chief Executive Officer Asia Pasific JLL Anthony Couse mengatakan bahwa beberapa hal akan mendorong peningkatan aktivitas investasi pada tahun depan, dan mendukung pemulihan berkelanjutan di sektor leasing pada seluruh kelas aset.

Hal tersebut termasuk menguatnya pasar perkantoran, permintaan yang tinggi untuk fasilitas logistik modern, serta pertumbuhan berkelanjutan dari sektor alternatif seperti pusat data dan life science.

“Pasar real estat Asia Pasifik pada 2022 akan lebih kuat dari tahun sebelumnya, karena investor mempertahankan pandangan bullish mereka, dan aktivitas persewaan yang akan terus membaik,” ujarnya dikutip dalam laporan, Selasa (28/12/2021).

JLL memperkirakan investor akan mengerahkan lebih banyak dana untuk investasi di pasar property yang ada di Cina dan Jepang.

Pada 2022, pasokan pasar perkantoran Asia Pasifik akan bertambah 6,9 juta meter persegi, naik 13 persen dari tahun 2021. JLL pun memperkirakan tingkat penyerapan bersih akan meningkat 20 persen di tahun depan, yang didorong oleh ekspansi sektor keuangan, teknologi, dan ruang fleksibel.

Investasi perhotelan juga akan meningkat 30 persen pada tahun depan, mencapai US$9 miliar, berkat kepercayaan yang mulai pulih di sektor industri perhotelan.

Selain itu, permintaan dari investor dan penghuni pusat data juga akan terus bertumbuh tahun depan. Pasar cloud hyperscale akan naik 400 persen dari US$37 miliar tahun ini menjadi US$179 miliar pada 2026.

“Ketika sektor life science masih ideal bagi sebagian investor di Asia Pasifik, kawasan ini akan menawarkan beragam peluang dalam hal lokasi dan kelas aset, karena permintaan penghuni terus tumbuh di 2022,” jelasnya.

Chief Research Officer Asia Pasific JLL Roddy Allan menuturkan, pasar real estat di Asia Pasifik pada 2021 telah menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sementara itu, tahun depan akan membawa beberapa risiko, dan investor dengan pandangan jangka panjang tetap yakin terhadap tren yang akan mendorong permintaan di wilayah tersebut.

“Urbanisasi yang terus berlangsung, peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan kelas menengah, serta akselerasi sektor e-commerce. Semua ini menunjukkan peluang bagi investor,” ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti investasi properti
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top