Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JLL Sebut Biaya Renovasi Kantor Naik 10 Persen di Asia Pasifik karena Pandemi

Konsultan properti, JLL melaporkan terjadi peningkatan biaya rata-rata yang perlu dikeluarkan untuk mendesain dan membangun ruang kerja sebesar 10,8 persen secara tahunan di seluruh Asia Pasifik.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 22 Desember 2021  |  15:46 WIB
Karyawan melakukan aktivitas di pusat perkantoran, kawasan SCBD, Jakarta, Senin (8/6/2020). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Karyawan melakukan aktivitas di pusat perkantoran, kawasan SCBD, Jakarta, Senin (8/6/2020). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Konsultan properti, JLL melaporkan terjadi peningkatan biaya rata-rata yang perlu dikeluarkan untuk mendesain dan membangun ruang kerja sebesar 10,8 persen secara tahunan di seluruh Asia Pasifik.

Executive Managing Director Project Development Services JLL Asia Pacific Martin Hinge mengatakan bahwa biaya fit-out perkantoran saat ini berkisar US$1.109 per meter persegi.

Menurutnya, kenaikan harga di sebagian besar pasar merupakan implikasi langsung dari pandemi, seperti gangguan rantai pasokan, kurangnya tenaga kerja, ketersediaan bahan, dan kenaikan harga bahan baku.

“Seiring dengan pemulihan sektor ekonomi, kami melihat lonjakan yang signifikan pada biaya fit-out perkantoran di wilayah ini, terutama di kota-kota yang sangat bergantung pada tenaga kerja asing dan bahan impor,” ujarnya dalam laporan JLL Asia Pacific Fit-Out Cost Guide 2021/2022, Rabu (22/12/2021).

Dia menuturkan biaya fit-out bervariasi antara satu pasar dan pasar lainnya, mulai dari US$1.902 per meter persegi di Tokyo, Jepang sebagai pasar termahal di Asia Pasifik, hingga US$669 per meter persegi di Ahmedabad, India.

Dalam 12 bulan ke depan, JLL memperkirakan adanya kenaikan harga fit-out, terutama di beberapa pasar di Cina, India, dan negara-negara Asia Tenggara.

“Dengan belum berakhirnya pembatasan penempatan tenaga kerja, dan keharusan mencari bahan alternatif yang berpotensi lebih mahal, kenaikan harga mungkin masih akan berlanjut di seluruh wilayah,” kata Hinge.

Namun demikian, beberapa tanda pemulihan mulai nampak seiring dengan meningkatnya tingkat vaksinasi dan dimulainya perjalanan antarwilayah. Hal itu bisa saja menutup kekurangan ahli dan tenaga kerja di pasar tertentu.

Kendati ada kenaikan biaya, desain perkantoran akan tetap menjadi fokus utama banyak perusahaan pada tahun depan.

Dia menilai para pebisnis telah mengalokasikan investasi yang lebih banyak di tiga aspek utama pada tahun depan, yaitu teknologi dan peralatan audio visual, fasilitas elektronik dan mekanis, serta fitur-fitur hijau seperti taman di atap, tanaman di dalam ruang, dan penghematan air.

“Membangun sebuah kantor dengan prinsip keberlanjutan menciptakan nilai yang nyata bagi korporasi. Hal ini tidak hanya untuk menurunkan biaya operasional melalui efisiensi energi, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan kondusif untuk memenangi persaingan,” tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkantoran
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top