Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Manuver Garuda Indonesia di Sektor Logistik

Manajemen Garuda Indonesia meyakini performa kinerja usaha mulai menunjukan pertumbuhan yang kondusif.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 21 Desember 2021  |  13:38 WIB
Manuver Garuda Indonesia di Sektor Logistik
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Yogyakarta. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) mencatatkan pertumbuhan angkutan lalu lintas kargo internasional hingga 89,66 persen hingga kuartal III/2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan peningkatan tersebut selaras dengan fokus diversifikasi bisnis Garuda pada bisnis kargo udara menyusul tekanan pendapatan usaha pada lini bisnis angkutan penumpang.

"Lini bisnis kargo udara menjadi salah satu penopang penting pendapatan usaha Garuda bersamaan dengan tren pergerakan penumpang yang mulai menunjukkan sinyal positif jelang akhir kuartal III/2021 ini. Kami meyakini performa kinerja usaha yang mulai menunjukan pertumbuhan yang kondusif menjadi basis penting langkah pemulihan kinerja yang akan terus kami akselerasikan ke depannya," ungkapnya, Selasa (21/12/2021).

Pembatasan pergerakan penumpang pada masa PPKM Jawa-Bali yang berlangsung hingga awal kuartal III/2021 lalu berdampak cukup signifikan terhadap pendapatan usaha. Hal tersebut tercermin pada catatan pendapatan usaha yang turun sekitar 17,54 persen menjadi US$939,02 juta dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, yaitu sebesar US$1.138 miliar.

“Tentunya menjadi keniscayaan bagi kami untuk terus dapat beradaptasi menghadapi tantangan bisnis yang ada. Upaya tersebut terus kami percepat dengan mengoptimalkan kargo, yang kami proyeksikan dapat menembus 30 persen dari total pendapatan operasi pada akhir tahun 2021," jelasnya.

Sebagai upaya untuk terus mengoptimalkan pendapatan dari lini bisnis kargo, Garuda juga telah melakukan sejumlah inovasi bisnis, di antaranya dengan mengoperasikan 2 pesawat preighter (Passenger Freighter) A330-300 yang turut melayani perluasan jaringan penerbangan kargo.

Lebih lanjut, perusahaan memperluas jangkauan jaringan penerbangan kargo melalui skema kerja sama dengan airline partner dan air cargo transhipment, serta memadukan jalur udara dan darat melalui kerja sama dengan perusahaan trucking untuk melayani destinasi intra-Eropa.

Adapun tren lalu lintas penumpang yang hingga awal kuartal III/2021 khususnya dari periode Agustus 2021 ke periode September 2021, mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 83,14 persen turut menjadi optimisme tersendiri.

Walaupun belum dapat dikatakan pulih sepenuhnya dari masa sebelum pandemi, hal ini menunjukkan bahwa iklim industri penerbangan akan semakin kondusif di tengah langkah pemulihan kinerja yang sedang Garuda laksanakan, terutama melalui proses restrukturisasi yang sedang berlangsung.

Langkah pengelolaan kinerja usaha juga terus Garuda maksimalkan, salah satunya melalui pengelolaan beban operasional penerbangan yang pada akhir kuartal 3-2021 lalu berhasil ditekan hingga 14,45 persen menjadi US$1,11 miliar, dibandingkan periode yang sama pada kuartal 3-2020 lalu sebesar US$1,3 miliar.

Pengelolaan beban operasional penerbangan tersebut diselaraskan dengan penerapan prinsip cost leadership yang sesuai dengan basis pengelolaan cost structure, diperkuat dengan upaya negosiasi bersama lessor untuk membahas beban sewa pesawat, serta restrukturisasi jaringan penerbangan agar fokus pada rute yang menguntungkan dan memiliki prospek yang menjanjikan.

Berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya adaptasi oleh manajemen, yang memprioritaskan upaya transformasi Garuda menjadi entitas bisnis yang lebih agile dan berdaya saing dalam menjawab tantangan di masa depan.

Hal tersebut juga menjadi salah satu fokus utama skema proposal bisnis dalam proses restrukturisasi menyeluruh, yang secara komprehensif menguraikan rencana jangka panjang bisnis Garuda serta sejumlah penawaran dalam pengelolaan kewajiban bisnis dengan para lessor, kreditur, dan para pemasok utama yang turut diselaraskan dengan proses PKPU Sementara yang tengah dijalankan Perusahaan guna meng-akselerasikan langkah restrukturisasi dan pemulihan kinerja yang masih terus berlangsung.

"Tahun 2022 akan menjadi tahun konsolidasi bagi Garuda. Kami akan lebih berupaya mengurangi beban biaya operasional serta menyesuaikan fixed cost menjadi variable cost. Kami berharap langkah ini dapat didukung oleh seluruh pihak, terutama kreditur Garuda, mengingat ini menjadi milestone penting dalam upaya kami bertransformasi menjadi Perusahaan yang semakin sehat. Tidak hanya bagi keberlangsungan usaha ke depan tapi juga ekosistem bisnisnya,” tutup Irfan.

Terbaru, GIAA kali ini memperluas konektivitas jaringan penerbangan kargo internasionalnya menuju Saigon, Vietnam.

Terbaru, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan perluasan ini melalui rute penerbangan Makassar - Singapura - Saigon - Jakarta. Rute tersebut resmi dilayani pada 15 Desember 2021 dengan armada Airbus A330-300 sebanyak satu kali dalam sepekan.

"Perluasan jaringan penerbangan kargo ke Vietnam ini merupakan langkah berkelanjutan Garuda Indonesia dalam memaksimalkan potensi direct call antara kedua negara untuk berbagai komoditas ekspor unggulan nasional seperti produk manufaktur, garmen, suku cadang, hingga komoditas kemaritiman," ujarnya.

Menurutnya, perluasan konektivitas layanan penerbangan kargo ke Saigon tersebut sejalan dengan potensi perdagangan antara Indonesia dan Vietnam yang menunjukan potensi menjanjikan.

Adapun, lanjutnya, nilai perdagangan antara kedua negara tersebut meningkat secara berkala hingga lebih dari 66 persen selama tiga tahun terakhir.

\"Pada tahap awal, layanan penerbangan kargo menuju Saigon, Vietnam tersebut dilayani melalui penerbangan charter yang berangkat dari Makassar menuju Singapura pada pukul 15.15 LT, kemudian dilanjutkan dengan penerbangan menuju Saigon, Vietnam yang bertolak dari Singapura pada pukul 19.55 LT dan tiba di Saigon pada pukul 21.20 LT," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia garuda
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top