Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani: Pembiayaan Investasi Alami Lonjakan Signifikan

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembiayaan investasi hingga November 2021 mengalami lonjakan signifikan. Apa penyebabnya?
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 21 Desember 2021  |  19:18 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020)  -  Foto: Kemenkeu RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020) - Foto: Kemenkeu RI

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa realisasi investasi hingga November 2021 mengalami lonjakan yang signifikan. Kementerian Keuangan mencatat, realisasi pembiayaan investasi per 30 November telah mencapai Rp116,3 triliun.

Capaian tersebut mencapai 56 persen dari target APBN 2021 sebesar Rp184,5 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY) yang hanya mencapai 13 persen dari target. Menurutnya, jumlah tersebut masih akan mengalami kenaikan sejalan dengan tingginya pencairan yang akan dilakukan pada akhir 2021

“Tahun 2021 realisasinya sudah 56 persen. Jadi Rp116,3 triliun, ini bahkan belum 100 persen, masih akan ada pencairan di akhir Desember yang jumlahnya sangat signifikan," katanya, Selasa (21/12/2021).

Jika dirincikan, pembiayaan investasi terbesar pada periode Januari hingga November 2021 diberikan kepada Lembaga pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebesar Rp20 triliun, Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) Rp20 triliun.

Selanjutnya, pembiayaan investasi untuk Pusat Pengelolaan dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Rp16,6 triliun.

“Pembiayaan investasi ke LPDP jelas untuk meningkatkan dana abadi pendidikan, kemudian Bahana [BPUI] untuk menangani kasus Jiwasraya,” jelasnya.

Di samping itu, Sri mengatakan pembiayaan investasi juga diberikan kepada Indonesia Investment Authority (INA) sebesar Rp15 triliun sebagai injeksi likuiditas.

Kemudian, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Rp10 triliun, pinjaman PEN daerah Rp10 triliun, dan kepada PT Hutama Karya Rp6,21 triliun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani Realisasi Investasi Indonesia Investment Authority
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top