Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Berkah Infrastruktur untuk Properti di Dalam Negeri

Masifnya pembangunan infrastruktur dan transportasi di sejumlah wilayah ternyata membawa berkah tersendiri bagi sektor properti.
Salah satu klaster perumahan di BSD City di Tangerang Selatan, Banten./Antara/Muhammad Iqbal
Salah satu klaster perumahan di BSD City di Tangerang Selatan, Banten./Antara/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA – Masifnya pembangunan infrastruktur dan transportasi di sejumlah wilayah ternyata membawa berkah tersendiri bagi sektor properti.

Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan, proyek infrastruktur transportasi turut menggenjot sektor properti dari sisi harga, khususnya jalan tol baru yang menghubungkan kawasan hunian dengan jalur tol lingkar luar Jakarta.

Contohnya, kata dia, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang secara berturut-turut mencatat kenaikan harga tahunan sebesar 17,04 persen, 9,21 persen, dan 13,55 persen sepanjang 2021.

“Pemerintah meresmikan tiga ruas jalan tol di wilayah tersebut, yaitu Cengkareng–Kunciran, Kunciran–Serpong, dan Serpong–Pamulang,” ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini.

Menurut Marine, masifnya pembangunan infrastruktur dan transportasi publik sangat berdampak pada properti, karena konsumen memilih hunian yang dekat dengan akses infrastruktur dan transportasi.

“Hal ini sehingga membuat rumah-rumah yang dekat dengan infrastruktur dan transportasi banyak diminati, dan cenderung harganya naik setiap tahun,” katanya.

Managing Director Strategic Business & Services Sinar Mas Land Alim Gunadi menuturkan, keberadaan infrastruktur jalan tol dan transportasi sangat penting dalam pengembangan properti.

Menurutnya, calon konsumen yang akan membeli rumah pertama memilih faktor keamanan, transportasi yang ada di area development, terutama infrastruktur dan high speed internet akses dan fasilitas publik.

“Di BSD kami rela investasikan commuter line station dan jalan tol. Mitbana dan Sinar Mas Land sedang mengembangkan sebuah Transit Oriented Development [TOD] baru yang letaknya bersebelahan dengan Kawasan Intermoda BSD City,” ucapnya.

Dia menuturkan bahwa konektivitas jalan tol Serpong–Balaraja nantinya juga akan berdampak pada sektor properti, dan membuka akses pengembangan lainnya. 

“Dulu yang paling selatan, paling ujung itu Pondok Indah, lalu ada tol ke Bintaro, sehingga Bintaro paling ujung. Lalu ada tol ke Serpong, sehingga Serpong menjadi paling ujung,” jelasnya.

Berkah Infrastruktur untuk Properti di Dalam Negeri

Menurutnya, keberadaan Tol Serpong–Balaraja nantinya akan memperluas pengembangan properti di sekitar kawasan tersebut. Bahkan, saat ini sudah ada sekitar 20 pengembang yang bersiap membangun kawasan hunian di sekitar ruas tol tersebut.

Ruas tol Cimanggis–Cibitung yang tengah dibangun pemerintah, kata dia, juga berdampak pada pengembangan kawasan di sekitar tol tersebut. Sinar Mas Land pun memiliki Kota Wisata seluas 700 hektare yang dilintasi ruas tol tersebut.

“Ini menjadi  game changer di daerah selatan Jakarta. Tol ini juga berdampak pada kawasan Sentul yang juga jadi game changer. Jadi keberadaan tol sangat besar dampaknya pada pengembangan kawasan,” ujar Alim.

Direktur PT Jababeka Tbk. Suteja S. Darmono mengatakan, pengembangan kawasan timur Jakarta akan didukung oleh 15 infrastruktur jalan dan transportasi yang berada di kawasan tersebut.

Menurutnya, keberadaan dan kemajuan infrastruktur akan membawa cerita pengembangan sebuah kawasan selama 10 tahun hingga 20 tahun mendatang.

Adapun, infrastruktur yang ada di kawasan timur Jakarta, seperti pembangunan proyek LRT, MRT, kereta cepat, ruas tol Cimanggis–Cibitung, ruas tol Cibitung–Tanjung Priok, tol layang Jakarta–Cikampek.

Suteja menjelaskan bahwa nantinya akan ada transportasi monorel yang akan dibangun JICA untuk menghubungkan Jababeka, Lippo Cikarang, Delta Mas, dan stasiun kereta cepat.

“Untuk MRT di timur Jakarta fase yang ketiga disebut akan mulai dibangun duluan dari barat Jakarta. Timur Jakarta mempunyai potensi pengembangan kawasan yang cukup besar,” katanya.

Menurutnya, adanya pembangunan infrastruktur yang masif akan memunculkan pusat perekonomian sebuah kawasan. Saat ini, kawasan timur Jakarta terdapat 15 pengembang menengah hingga besar yang menggarap kawasan ini.

“Ada Pakuwon yang punya proyek di Bekasi, Summarecon, Sinar Mas Land, dan lain-lainnya. Mari kita ramaikan timur Jakarta. Kawasan timur Jakarta ini perlu dikawal dan mendapat perhatian khusus, karena banyak infrastruktur dan transportasi yang dibangun, dan mari sama-sama kita bangun koneksi antar-pengembang di timur Jakarta,” tutur Suteja.

 

Lokasi dan Kemudahan Akses

Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk. (DILD) Theresia Rustandi berpendapat, lokasi yang strategis dan kemudahan aksesibilitas menjadi dua faktor terpenting bagi pengembangan properti.

Adapun pembangunan jalan tol secara langsung mampu menumbuhkan dan menggerakkan perekonomian, karena terjadi kemudahan mobilisasi barang dan jasa.

Dia mencontohkan, proyek milik perusahaan di Jakarta Barat, yakni pengembangan perumahan Taman Semanan Indah, Virya Semanan, dan WestOne City yang berada di pinggir jalan tol dan dekat pintu tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Di Tangerang, Intiland menggarap kawasan Perumahan Talaga Bestari dan DUO hanya berjarak sekitar 300 meter dari pintu tol Balaraja Timur ruas tol Jakarta–Merak.

“Keberadaan jalan tol menjadi solusi karena mampu meningkatkan kemudahan aksesibilitas bagi masyarakat. Saat ini kami mengembangkan sejumlah proyek yang berada di dekat atau sekitar jalan tol,” tuturnya.

Kendati demikian, kata dia, tidak semata-mata keberadaan infrastruktur jalan tol dan transportasi mampu berdampak pada pengembangan kawasan.

Menurutnya, para pengembang perlu memberikan nilai tambah melalui konsep pengembangan terpadu, agar sebuah kawasan yang dibangun developer semakin berkembang dan hidup.

Berkah Infrastruktur untuk Properti di Dalam Negeri

Direktur Paramount Land M. Nawawi mengatakan, masifnya pembangunan infrastruktur jalan tol turut berdampak besar pada sektor properti.

“Saat ini para developer mulai menyesuaikan waktu yang tepat untuk mengeluarkan produk, sekaligus penyesuaian dengan konektivitas ke dalam kawasan,” ucapnya.

Saat ini, Paramount Land tengah berupaya menciptakan konektivitas dengan rencana pembangunan infrastruktur dan akses tol langsung ke lokasi Paramount Petals yang berada di daerah Curug, Tangerang.

“Salah satu akses tol baru yang akan dibuka pada 2024, yaitu Serpong–Balaraja juga memberi dampak langsung ke Paramount Petals. Kolaborasi yang kami lakukan berupaya merespons positif dengan rencana membuka akses tol langsung pada 2025, dengan modifikasi exit tol Bitung,” jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Yanita Petriella
Editor : Lili Sunardi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper