Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Permintaan Terpendam, Harga Rumah 2022 Diprediksi Naik 5 Persen

Harga perumahan di kawasan Asia pasifik pada tahun depan diperkirakan meningkat 3 persen hingga 5 persen, demikian hasil kajian konsultan properti global Knight Frank.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 15 Desember 2021  |  00:31 WIB
Apartemen dan properti komersial di Singapura, file foto 27 September 2018. - Reuters
Apartemen dan properti komersial di Singapura, file foto 27 September 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Konsultan properti global Knight Frank memprediksi harga perumahan tahun depan membaik dengan pertumbuhan berkisar 3 persen hingga 5 persen.

Dalam Asia Pacific Outlook Report 2022, Knight Frank mempertimbangkan beberapa gambaran besar yang berdampak pada pemilik dan pengguna real estat yakni menyesuaikan diri dengan model kerja hibrida, membangun rantai pasokan yang tangguh, dan meningkatkan hasil keberlanjutan, yang semua itu merupakan cara pasar properti khususnya perumahan pulih pada 2022.

Menjelang 2022, Knight Frank memprediksi adanya apresiasi modal untuk melanjutkan momentum berkelanjutan. Kurangnya stok di pasar arus utama tak akan berkurang dalam setahun ke depan, dan lingkungan suku bunga rendah yang berlanjut akan meningkatkan aktivitas penjualan dan penyewaan.

Selera untuk pembelian rumah juga akan melihat peningkatan dari pembeli asing, karena lebih banyak pembatasan perjalanan dicabut di seluruh Asia Pasifik.

“Permintaan terpendam untuk properti di pasar safe haven utama akan menghasilkan pertumbuhan harga lebih lanjut. Secara keseluruhan, harga perumahan di seluruh wilayah diperkirakan tumbuh sekitar 3 persen–5 persen pada 2022,” ungkap Knight Frank.

Menurut konsultan properti tersebut, intervensi pemerintah potensial dapat menghambat permintaan di beberapa pasar, tetapi kemungkinannya tidak sama.

Sementara sebagian besar pasar Asia Pasifik tidak mungkin melihat langkah-langkah pendinginan, beberapa pasar dengan harga bergerak seperti Australia dan Korea Selatan yang berpotensi melihat beberapa langkah tambahan untuk memastikan stabilitas pasar perumahan.

Kota-kota yang menawarkan ukuran rumah yang lebih besar dan fasilitas yang lebih baik akan menjadi faktor kunci dalam keputusan pembelian rumah mengingat perombakan bakat hebat di sekitar kawasan, karena kesehatan dan kesejahteraan, dan pengaturan kerja yang fleksibel diprioritaskan oleh kelompok ini.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asia pasifik bisnis properti perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top