Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lilly Akuisisi Perusahaan Pembuat Obat Kanker Senilai US$400 Juta

Lilly yang berbasis di Indianapolis mengumumkan lewat pernyataan akan membayar yang tunai US$300 juta di depan dan menginvestasikan sekitar US$80 juta di untuk Foghor yang bermarkas di Massachusetts.
Sel kanker/Istimewa
Sel kanker/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Eli Lilly & Co., akan menggunakan sekitar US$400 juta untuk bermitra dengan Foghorn Therapeutics Inc., perusahaan bioteknolgi yang berfokus pada pengobatan genetik kanker.

Dilansir Bloomberg pada Senin (13/12/2021), Lilly yang berbasis di Indianapolis mengumumkan lewat pernyataan akan membayar yang tunai US$300 juta di depan dan menginvestasikan sekitar US$80 juta di untuk Foghor yang bermarkas di Massachusetts.

Nilai investasi Lilly di Foghorn mencapai US$20 per saham dengan premi akuisisi sebesar 67 persen pada penutupan Jumat. Saham ini meningkat hingga 59 persen pada perdagangan Senin, menjadi yang tertinggi dalam sehari sejak IPO pada Oktober 2020.

Pandemi tidak mengurangi minat perusahaan farmasi besar untuk menggarap obat perawatan kanker mutakhir yang berpotensi menguntungkan. Sejumlah raksasa industri berada di bawah tekanan untuk agar dapat bersaing dengan inovasi terapi yang ramai di pasar.

Sementara Lilly sudah membidik target untuk membangun portofolionya melalui produk kanker. Pada 2019, perusahaan telah mengakuisisi Loxo Oncology US$8 miliar, menjadi pengambilalihan terbesar. Unit onkologi perusahaan menyumbang lebih dari seperlima pendapatannya.

Adapun Foghorn, yang belum memiliki obat yang disertifikasi, tengah membuat obat yang menargetkan sistem pengaturan kromatin yang mengontrol ekspresi gen. Foghorn menerapkan pendekatannya sebagai kontrol lalu lintas gen dengan membandingkan sistem pengaturan kromatin tubuh dengan koordinasi ke mana pesawat pergi dan kapan.

Sahamnya telah turun 41 persen tahun ini sebelum kesepakatan dengan Lilly diumumkan.

Dengan pencaplokan ini, Lilly akan memiliki akses kepada produk Foghorn yang dapat melawan 30 jenis kanker dengan mutasi gen 1 terkait brahma dan target lain yang dirahasiakan. Perusahaan juga berencana untuk bekerja sama dalam tiga program penemuan.

Presiden Lilly Jacob Van Naarden mengatakan perusahaan menjelajahi industri inhibitor brahma homolog (BRM) yang menghambat mutasi BRG1 terkait kanker.

"Membangun salah satu dari ini sangat sulit. Kami melihat sekeliling dan ada banyak orang yang mengaku memiliki barang-barang ini dan kami sangat terkesan dengan apa yang kami lihat dengan tim Foghorn," ujar Van Naarden.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nindya Aldila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper