Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Marak Merger dan Akuisisi, Perusahaan Biotech Banjir Modal

Indeks ETF S&P Biotech (XBI) naik 0,8 persen pada Senin setelah Pfizer Inc., mengumumkan pembelian Arena Pharmaceuticals Inc., senilai US$6,7 miliar.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 14 Desember 2021  |  17:21 WIB
Dokumentasi - Vaksin Covid-19 dari Pfizer/Antara - Reuters/ Dado Ruvic
Dokumentasi - Vaksin Covid-19 dari Pfizer/Antara - Reuters/ Dado Ruvic

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan biotech dibanjiri uang tunai sejalan dengan aktifnya sejumlah kesepakatan baru yang diteken baru-baru ini.

Dilansir Bloomberg pada Senin (13/12/2021), indeks ETF S&P Biotech (XBI) naik 0,8 persen pada Senin setelah Pfizer Inc., mengumumkan pembelian Arena Pharmaceuticals Inc., senilai US$6,7 miliar.

Selain itu, ETF semakin terdongkrak setelah kolaborasi antara Eli Lilly & Co., dengan Foghorn Therapeutics Inc., untuk memproduksi obat kanker senilai US$380 juta.

Kesepakatan Pfizer dan Arena termasuk di antara pengambilalihan 10 perusahaan bioteknologi terbesar di Amerika Serikat pada tahun ini. Hal ini membuat investor lebih percaya diri bahwa akan ada lebih banyak lagi merger dan akuisisi (M&A) setelah sempat sepi.

Konferensi kesehatan JPMorgan Chase & Co., pada Januari seringkali sering kali menjadi kesempatan untuk mendorong penyelesaian kesepakatan.

Sepanjang 2021, total nilai kesepakatan M&A di sektor ini senilai US$89,9 miliar dan lebih dari US$100 juta telah diumumkan, hanya 44 persen dari jumlah yang tercatat pada 2020.

Aktivitas kesepakatan di sektor ini menurun sejak September, dengan 10 kesepakatan baru diajukan pada kuartal IV/2021 dibandingkan dengan 23 kesepatakan yang diumumkan pada kuartal ketiga.

Arena, Foghorn dan XBI telah diperdagangkan dengan nilai yang rendah selama 25 pekan seiring dengan kekhwatiran antimonopoli dan potensi keputusan Kongres untuk mengendalikan harga obat yang tinggi.

Bank investasi asal Amerika SVB Leerink baru-baru ini membuat kapasitas uang tunai dan utang industri biofarmasi melebihi US$1,6 triliun pada akhir tahun depan.

Analis Geoffrey Porges menyoroti perusahaan biofarmasi dengan modal besar dan yang diuntungkan dengan pendapatan setelah adanya pandemi. Terutama, katanya, saham vaksin Pfizer Inc., BioNTech SE dan Moderna Inc.

Banyak perusahaan farmasi besar sedang mengalami krisis pertumbuhan yang menjulang selama satu dekade terakhir seiring dengan habisnya paten obat-obatan utama.

Namuin, sejumlah analis mengatakan satu kesepkatan belum cukup untuk memunculkan sinyal untuk memutarbalikkan sektor ini.

"Dengan melihat ukuran kesepakatan, kami tidak berpikir bahwa ini cukup untuk meningkatkan sentimen di sektor ini. Kami melihatnya sebagai langkah kecil dalam arah yang benar dan berharap melihat adanya tamnbahan kesepakatan [yang nilainya lebih tinggi," ungkap BMO analis Evan Seigerman.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

farmasi pfizer Sinovac Biotech

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top