Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyeksi 2022: Penumpang Domestik Bisa Capai 60 Juta Penumpang

Pemerintah menilai kasus Covid-19 saat ini yang semakin landai, pergerakan transportasi udara pada 2022 cenderung membaik.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 09 Desember 2021  |  22:21 WIB
Proyeksi 2022: Penumpang Domestik Bisa Capai 60 Juta Penumpang
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Yogyakarta. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia National Air Carriers Association (INACA) memproyeksikan penumpang domestik penerbangan pada tahun depan atau 2022 bisa mulai menembus 60 juta penumpang.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mengatakan proyeksi tersebut dengan melihat kebijakan pemerintah yang mulai menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Bahkan, pada akhir tahun ini kebijakan PPKM level 3 yang semula bakal diterapkan oleh pemerintah menjelang periode natal 2021 dan tahun baru 2022 batal diterapkan.

Denon yang juga wakil ketua umum kadin bidang perhubungan menyampaikan dengan kondisi tersebut dapat memudahkan masyarakat untuk kembali beraktivitas.

“Jadi pada 2022, kami optimistis penerbangan domestik bisa tembus 60 juta penumpang,” ujarnya, Kamis (9/12/2021).

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto memperkirakan dengan melihat progres kasus Covid-19 saat ini yang semakin landai, pergerakan transportasi udara pada 2022 cenderung membaik. Namun, tekan Novie, tantangan terbesar yang harus dilewati oleh maskapai penerbangan adalah pada periode akhir tahun Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Novie menyebutkan apabila periode Nataru ini berhasil terlampaui tanpa adanya klaster baru penyebaran, maka maskapai dapat memulai pemulihan.

“Terkait insentif, kami harus lihat dulu karena APBN terbatas. Kami cermati dulu apakah ada ruang fiskal yang longgar. Tapi nantinya kalau perkembangan Covid-19 membaik, penerbangan otomatis naik juga perlahan- lahan. Tanpa perlu dibantu mereka [maskapai] juga sudah pasti bagus,” katanya, Kamis (9/12/2021).

Pemerhati Penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri) Gerry Soejatman menuturkan meskipun saat ini seluruh dunia dihadapkan virus Omicron tetapi varian ini lebih lunak dibanding varian sebelumnya. Asumsi ini, terangnya, juga masih dalam penelitian.

Menurutnya, jika penelitian tersebut nantinya terbukti, maka seharusnya pandemi bisa selesai dalam waktu dekat. Dia melanjutkan memang tak mudah untuk memprediksi animo penumpang pada periode nataru akhir tahun.

Namun, sejauh ini, juga belum ada tanda-tanda penaikan kasus baru Covid-19. Terlebih, pemerintah juga tidak menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 secara menyeluruh pada Nataru.

Dia pun berharap kondisi ini berlanjut dan tidak ada penyebaran kasus yang lebih luas. Dengan demikian maskapai bisa mencapai kinerja yang lebih baik.

“Diharapkan [kinerja maskapai] bisa lebih dari tahun kemarin. Dengan harapan kasus Covid-19 tidak setinggi tahun lalu,” ujarnya, Rabu (7/12/2021).

Sejumlah maskapai, tekannya, mengharapkan dapat memulai pemulihan pada Maret 2021. Hal tersebut dengan sejumlah asumsi yakni tidak adanya kasus gelombang ketiga,. Sehingga aktivitas penerbangan dan pergerakan masyarakat bisa mulai kembali normal.

Selain itu, dengan tidak adanya gelombang ketiga sejumlah negara juga diharapkan mulai membuka perbatasannya kembali sehingga perjalanan internasional juga perlahan dimulai. Maskapai pun telah mengambil strategi bertahan hidup dengan banyak menonaktifkan jumlah pesawatnya yang saat ini menganggur. Banyaknya jumlah pesawat yang menganggur sebagian besar juga sudah dikembalikan kepada para lessor.

Langkah-langkah tersebut setidaknya dapat memperpanjang napas maskapai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai wisatawan domestik
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top