Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Peduli Omicron, Arab Saudi Naikkan Harga Minyak untuk Pasar Asia dan AS

Saudi Aramco menaikkan harga Januari untuk semua kadar minyak mentah yang akan dikirim ke Asia dan ke AS.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 06 Desember 2021  |  06:14 WIB
Tak Peduli Omicron, Arab Saudi Naikkan Harga Minyak untuk Pasar Asia dan AS
Sebuah pemandangan menunjukkan fasilitas minyak Abqaiq Saudi Aramco di Arab Saudi timur - REUTERS
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Arab Saudi menaikkan harga minyak untuk pembeli di Asia dan AS, melihat permintaan yang tetap kuat meskipun maraknya penyebaran varian Omicron.

Langkah itu dilakukan beberapa hari setelah OPEC dan sekutunya - kelompok 23 negara yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia - mengejutkan para pedagang dengan keputusan untuk meningkatkan produksi minyak mentah.

Saudi Aramco menaikkan harga minyak bulan Januari untuk semua kadar minyak mentah yang akan dikirim ke Asia dan ke AS, menurut pernyataan dari produsen negara. Perusahaan menaikkan nilai kunci Arab Light untuk pelanggan di Asia sebesar 60 sen dari Desember menjadi US$3,30 per barel di atas patokan.

OPEC+ pada hari Kamis (2/12/2021) memilih untuk melanjutkan dengan peningkatan pasokan untuk bulan depan, bahkan ketika kasus Covid-19 baru mengancam penurunan permintaan dan dengan adanya aliansi yang memprediksi pasar minyak akan berubah dari defisit pasokan menjadi surplus pada awal 2022.

Dikutip dari data Bloomberg, harga minyak mentah Brent turun 15 persen sejak akhir November menjadi hanya di bawah US$70 per barel, mengurangi kenaikan tahun ini menjadi 35 persen.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh penemuan Omicron dan prospek lebih banyak barel yang masuk ke pasar dari OPEC+ dan importir utama seperti AS, yang ingin menurunkan biaya bahan bakar domestik.

Sementara kenaikan harga Aramco sejalan dengan survei Bloomberg terhadap para pedagang dan penyulingan di Asia. Hal itu menunjukkan respon bullish dari pihak manajemen perusahaan.

Chief Executive Officer Aramco Amin Nasser mengatakan pekan lalu bahwa dia sangat optimis tentang permintaan dan bahwa pasar telah bereaksi berlebihan terhadap Omicron.

Arab Saudi mengirimkan lebih dari 60 persen ekspor minyak mentahnya ke Asia, dengan China, Korea Selatan, Jepang, dan India sebagai pembeli terbesar. Harga jual resmi Aramco atau OSP berfungsi sebagai penentu arah pasar minyak dan sering memimpin tren harga di wilayah tersebut. Sebagian besar negara Timur Tengah menetapkan harga minyak bulanan, baik patokan harga premium atau diskon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak saudi aramco arab saudi omicron

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top