Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Serapan Karet Diproyeksi hingga 590.000 Ton Tahun Ini

Serapan karet menunjukkan perbaikan seiring dengan peningkatan utilisasi produksi ban domestik yang hampir mencapai 100 persen.
Buruh mengumpulkan hasil sadapan getah karet ke atas truk di perkebunan karet Pasir Ucing, Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (1/2/2021). Bisnis/Rachman
Buruh mengumpulkan hasil sadapan getah karet ke atas truk di perkebunan karet Pasir Ucing, Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (1/2/2021). Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Karet Indonesia memperkirakan serapan karet tahun ini akan berkisar 590.000 ton atau tumbuh 7,27 persen dibandingkan dengan angka tahun lalu sebesar 550.000 ton.

Namun, angka tersebut masih terkontraksi 17,06 persen dibandingkan dengan serapan 2019 atau sebelum pandemi sebesar 711.360 ton.

Ketua Umum Dewan Karet Indonesia Azis Pane mengatakan serapan karet menunjukkan perbaikan seiring dengan peningkatan utilisasi produksi ban domestik yang hampir mencapai 100 persen.

Sementara itu permintaan dari industri sarung tangan karet cenderung menurun.

"[Serapan karet] 590.000 tin untuk domestik, ekspornya kurang lebih 2,4 juta ton [tahun ini]," kata Azis kepada Bisnis, Senin (6/12/2021).

Azis melanjutkan, kinerja ekspor pada paruh kedua 2021 tertekan karena kelangkaan kontainer dan tingginya ongkos pengapalan, meskipun permintaan di pasar dunia menguat.

Mengenai proyeksi serapan karet pada tahun depan, Azis belum dapat memastikan karena situasi industri yang masih diliputi ketidakpastian, khususnya terkait penyebaran Covid-19 varian omicron.

Namun demikian, jika situasinya membaik, angka serapan karet pada 2020 bisa tumbuh tipis 1 persen hingga 2 persen.

"Kalau ditanya 2022 bagaimana, tidak ada yang berani memastikan. Kami lihat dulu efek terhadap [pasar]domestik maupun internasional, Natal dan Tahun Baru ini naik atau turun [kasus covid]," jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper