Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Varian Omicron, Pemerintah Tetap Akselerasi Perekonomian 2022

Pemerintah tetap optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2022 akan meningkat meskipun terdapat risiko penyebaran Covid-19 varian Omicron.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 30 November 2021  |  23:58 WIB
Warga berjalan di depan videotron mengenai protokol kesehatan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (13/9/2021). Pemerintah memutuskan untuk terus melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2-4 di Jawa-Bali hingga 20 September 2021 untuk menekan penyebaran Covid-19. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Warga berjalan di depan videotron mengenai protokol kesehatan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (13/9/2021). Pemerintah memutuskan untuk terus melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2-4 di Jawa-Bali hingga 20 September 2021 untuk menekan penyebaran Covid-19. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah tetap optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2022 akan meningkat meskipun terdapat risiko penyebaran Covid-19 varian Omicron. Aktivitas ekonomi akan berjalan dengan mengedepankan kehati-hatian.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa 2022 merupakan kesempatan emas untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut melanjutkan tren pemulihan yang mulai terjadi sejak September 2021 karena laju penyebaran Covid-19 yang berhasil terkendali.

Sejumlah indikator ekonomi makro pun membawa optimisme akan perbaikan ekonomi tahun depan. Misalnya, pada Oktober 2021 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencapai 113,4 dan Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur mencapai 57,2.

"Harapan kita semua bahwa momentum yang sangat baik ini akan benar-benar mampu mendorong percepatan pemulihan ekonomi Indonesia yang akan dimulai di tahun depan," kata Susiwijono pada Selasa (30/11/2021).

Meskipun demikian, dia tidak menutup mata bahwa terdapat risiko penyebaran Covid-19 varian Omicron yang saat ini sedang menjadi perhatian. Varian baru itu masih diteliti oleh para ilmuwan sehingga belum risiko penularannya belum tergambarkan dengan cukup jelas.

Dia pun menyatakan bahwa kehati-hatian akan terus menyelimuti aktivitas ekonomi pada tahun depan. Pemerintah pun mendorong agar masyarakat tetap disiplin menjaga protokol kesehatan ketika beraktivitas.

"Walaupun masih ada potensi risiko dan ancaman timbulnya varian-varian baru, kita tetap optimistis bahwa perekonomian 2022 akan jauh lebih baik. Prinsipnya untuk kondisi ekonomi pada 2022 yaitu optimistis, tetapi tetap waspada,” ujarnya.

Adapun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa hingga Senin (29/11), varian omicron sudah teridentifikasi di 13 negara. Sebanyak 9 negara yang teridentifikasi terpapar adalah Afrika Selatan, Australia, Belgia, Botswana, Hongkong, Inggris, Israel, Italia, dan Republik Ceko.

Selain itu, terdapat empat megara yang berkemungkinan terpapar, yakni Austria, Belanda, Denmark, dan Jerman.

“Kasus konfirmasi positif itu 9 negara 128 kasus, lalu kasus probable masih mungkin itu ada 4 negara, 67 kasus, jadi total ada 13 negara,” ujar Budi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi Covid-19 omicron
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top