Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPJT Targetkan Seluruh Ruas Tol Trans Sumatra Sudah Konstruksi di 2024

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menargetkan seluruh Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sudah memulai konstruksinya paling lambat pada 2024.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 22 November 2021  |  16:45 WIB
Foto udara Tol Pekanbaru-Dumai di Riau, Sabtu (26/9/2020). Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,5 Kilometer ini baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 26 September kemarin dan merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera sepanjang 2.878 kilometer. ANTARA FOTO - FB Anggoro
Foto udara Tol Pekanbaru-Dumai di Riau, Sabtu (26/9/2020). Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,5 Kilometer ini baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 26 September kemarin dan merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera sepanjang 2.878 kilometer. ANTARA FOTO - FB Anggoro

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menargetkan seluruh Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sudah memulai konstruksinya paling lambat pada 2024.

Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Triono Junoasmono mengatakan, pembangunan tol Trans Sumatera dibagi dalam empat tahap, yakni tahap pertama yang saat ini sedang dikonstruksi.

Lalu tahap 2 berada di jalur utama, di mana saat ini sedang dalam tahap penyiapan dan tengah diupayakan pinjaman luar negeri.

“Tahap 2 ini juga tengah dalam tahap finalisasi penyelesain desain,” ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini.

Untuk tahap 3, saat ini juga tengah dilakukan penyiapan, sedangkan tahap 4 berada di jalur penghubung menuju ruas utama JTTS, seperti Sibolga–Parapat juga tengah disiapkan.

“Ini semua kami paralel kami keroyok [tahap 2, 3, dan 4], baik desain, dan tanah juga sudah mulai dilakukan pembebasan sambil mencari pembiayaannya,” katanya.

Pihaknya menargetkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera tahap 2, tahap 3, dan tahap 4 dapat dilakukan pada 2024.

“Target kami bisa laksanakan sebelum 2024. Intinya, begitu tanahnya siap dan pinjaman ada, kami langsung mengerjakan. Sesuai arahan Pak Menteri, kami diminta prioritaskan jalur utama Trans Sumatera sebagai backbone. Untuk tahap lainnya kami lakukan secara bertahap dan optimasi agar bisa berfungsi dengan baik, tapi tetap kami genjot agar bisa kontruksi paling lambat 2024,” tuturnya.

Untuk diketahui, total panjang Trans Sumatera yakni 3.044 kilometer yang terdiri jalur utama dan jalur penghubung. Data per November 2021, dari total panjang Trans Sumatera tersebut, yang sudah beroperasi secara keseluruhan sepanjang 673 kilometer.

Dari total panjang Trans Sumatera sepanjang 3.044 kilometer, panjang jalur utama mencapai 2.121 kilometer, dengan yang telah beroperasi sepanjang 651 kilometer.

Untuk panjang jalur penghubung atau feeder sekitar 923 kilometer, di mana saat ini yang telah beroperasi panjangnya 22 kilometer, yakni ruas Palembang–Sp. Indralaya 22 kilometer.

“Kami terus berupaya menyambung, baik dari sisi selatan, tengah, maupun dari utara,” ucap Triono.

Sementara itu, Pj. EVP Divisi Perencanaan Jalan Tol PT Hutama Karya (Persero) Iwan Hermawan mengatakan, Hutama Karya akan memulai pembangunan JTTS tahap 2 sepanjang 574 kilometer pada pertengahan 2022.

Total nilai investasi untuk pembangunan ruas JTTS tahap kedua ini mencapai Rp102,794 triliun.

Saat ini masih dilakukan pematangan desain JTTS tahap 2 yang mengakomodasi perubahan-perubahan akibat kondisi topografi yang geoteknik-nya.

“Setelah desainnya matang, baru dapat dipastikan konstruksi bisa dimulai. Kira-kira pertengahan 2022. Pendanaannya salah satunya dari PMN. Untuk pembiayaan tahap 2 ruas JTTS ini kami terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian Keuangan,” ujar Iwan.

Adapun, terdapat 3 ruas yang masuk dalam tahap 2, yakni Tol Betung–Tempino–Jambi sepanjang 169 kilometer dengan nilai investasi Rp25,201 triliun, Tol Jambi–Rengat yang membentang 198 kilometer dengan nilai Rp34,199 triliun, dan Tol Rengat–Pekanbaru sepanjang 207 kilometer dengan nilai Rp43,474 triliun.

Di ruas tol tahap 3 JTTS yang merupakan ruas backbone lanjutan memiliki total panjang 658 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp133,16 triliun, terdiri dari:

  1. Ruas tol Dumai–Sp Sigambat–Rantau Prapat sepanjang 181 kilometer dengan nilai Rp39,12 triliun.
  2. Ruas tol Rantau Prapat–Kisaran sepanjang 112 kilometer dengan nilai Rp22,89 triliun.
  3. Ruas tol Langsa–Lhokseumawe sepanjang 134 kilometer dengan nilai Rp25,59 triliun.
  4. Ruas tol Lhokseumawe–Sigli sepanjang 157 kilometer senilai Rp32,16 triliun.
  5. Ruas tol Pangkalan Brandan–Langsa sepanjang 74 kilometer senilai 13,37 triliun

Untuk ruas tahap 4 JTTS dibagi menjadi dua, yakni ruas feeder yang sudah Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), dan ruas feeder yang belum PPJT.

Adapun untuk ruas tahap IV feeder yang sudah PPJT memiliki total panjang 325 kilometer dengan total nilai Rp115,82 triliun, antara lain:

  1. Ruas Muara Enim–Lahat–Lubuk Linggau sepanjang 112 kilometer dengan nilai Rp23,79 triliun.
  2. Ruas Payakumbuh–Sincin sepanjang 73 kilometer dengan nilai Rp29,35 triliun.
  3. Ruas Pangkalan–Payakumbuh sepanjang 46 kilometer dengan nilai Rp23,62 triliun.
  4. Ruas Pangkalan–Bts Riau sepanjang 14 kilometer dengan nilai Rp5,48 triliun.
  5. Ruas Lubuk Linggau–Taba Penanjung sepanjang 80 kilometer dengan nilai Rp33,67 triliun

Untuk ruas tahap 4 feeder yang belum PPJT memiliki total panjang 193 kilometer, dengan total nilai Rp51,23 triliun, terdiri atas ruas Palembang–Tanjung Api-api sepanjang 71 kilometer dengan nilai Rp21,98 triliun, Prapat–Tarutung–Sibolga sepanjang 102 kilometer dengan nilai Rp24,33 triliun, Batu Ampar–M Kuning–Hang Nadim sepanjang 20 kilometer dengan nilai Rp4,91 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tol trans sumatra
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top