Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

AP I: Pergerakan Penumpang Bandara Juanda Catat Tren Positif

AP I menyebut pergerakan penumpang di Bandara Juanda mengalami tren positif.
Calon penumpang mencetak tiket di samping layar informasi penerbangan di terminal keberangkatan domestik 1B Bandara Internasional Juanda Surabaya, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (7/2/2019). Bandara tersebut ditutup sementara akibat rusaknya landasan pacu./ANTARA-Zabur Karuru
Calon penumpang mencetak tiket di samping layar informasi penerbangan di terminal keberangkatan domestik 1B Bandara Internasional Juanda Surabaya, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (7/2/2019). Bandara tersebut ditutup sementara akibat rusaknya landasan pacu./ANTARA-Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I menyebut kondisi pergerakan penumpang di Bandara Internasional Juanda menunjukkan tren positif.

General Manager Bandara Internasional Juanda Sisyani Jaffar mengatakan jika dibandingkan dengan kinerja Oktober, hingga pertengahan November ini ada pertumbuhan rata-rata jumlah penumpang per hari sebesar 18 persen. Pada Oktober lalu rata-rata per hari kami melayani 21.000 penumpang, sementara di November ini rata-rata ada 18.000 penumpang per hari.

"Kondisi trafik Bandara Juanda menjelang akhir tahun mulai menunjukkan tren positif," jelasnya dalam siaran pers, Sabtu (20/11/2021).

Dia menuturkan secara keseluruhan, jumlah pergerakan penumpang Januari hingga Oktober 2021 sebanyak 4.504.190 penumpang dengan komposisi 4.426.047 penumpang penerbangan domestik dan 78.143 penumpang penerbangan internasional.

Kemudian, untuk jumlah pergerakan pesawat mencapai 44.640 pesawat dengan komposisi 42.697 pesawat penerbangan domestik dan 1.943 pesawat penerbangan internasional.

Adapun, pelayanan kargo mencapai 57.217.018 kg dengan komposisi 44.973.962 kg untuk penerbangan domestik dan 12.243.056 kg untuk penerbangan internasional.

Dia menambahkan bahwa sejak awal November jumlah penumpang harian tertinggi telah mencapai 24.000 penumpang dari bulan sebelumnya yang hanya mencapai 21.000 per hari. Untuk jumlah pesawat harian tertinggi mencapai 200 pesawat datang dan pergi sedangkan pada bulan sebelumnya hanya mencapai 173 pesawat per hari.

Sisyani menjelaskan tren peningkatan jumlah penumpang harian mulai nampak sejak diberlakukannya penggunaan swab antigen sebagai salah satu syarat terbang.

“Terjangkaunya harga PCR dan swab antigen membuat meningkatnya animo pelaku perjalanan menggunakan transportasi udara,“ jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper