Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ekonomi Pulih, Harga Rumah Seken Ikut Naik

Pemulihan ekonomi nasional berdampak pada meningkatnya harga rumah tapak seken sebesar 3 persen secara bulanan pada Oktober 2021. Makassar menjadi kota dengan pertumbuhan harga rumah tapak seken terbesar, yakni 4 persen.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 19 November 2021  |  15:27 WIB
Ekonomi Pulih, Harga Rumah Seken Ikut Naik
Ilustrasi. Rumah tapak - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemulihan ekonomi nasional berdampak pada meningkatnya harga rumah tapak seken sebesar 3 persen secara bulanan pada Oktober 2021. Makassar menjadi kota dengan pertumbuhan harga rumah tapak seken terbesar, yakni 4 persen.

“Harga rumah seken di Makassar secara bulanan naik paling pesat, hingga 4 persen, melampaui Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Tangerang,” kata Deputy CEO 99 Group Indonesia Wasudewan, Jumat (19/11/2021).

Berdasarkan data Flash Report Rumah123 pada Oktober 2021, tren peningkatan harga tahunan terjadi di di 13 kota yang diamati, yakni Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Tangerang, Bandung, Surabaya, Surakarta, Denpasar, Makassar, Yogyakarta, Medan, dan Semarang.

Yogyakarta bahkan tercatat sebagai kota dengan peningkatan harga rumah seken tercepat secara tahunan, yakni mencapai 13,5 persen.

Peningkatan harga rumah seken secara tahunan juga terjadi di Jakarta yang mencapai 1,4 persen, Depok 3,5 persen, Kota Bogor 5,8 persen, Tangerang 6,1 persen, dan Bekasi 6,2 persen.

Kemudian, peningkatan harga rumah seken secara tahunan juga terjadi di Bandung sebanyak 3,6 persen, Semarang 4,6 persen, dan Surakarta 4,2 persen. Sementara itu, harga hunian seken di Surabaya pada periode Oktober 2020–Oktober 2021 justru turun 0,6 persen.

“Secara tahunan, harga rumah seken di Medan, Denpasar, dan Makassar juga meningkat sebesar 11,6 persen, 0,1 persen, dan 12,0 persen,” tuturnya.

Apabila dilihat secara bulanan, rumah tapak seken di Tangerang juga mengalami kenaikan harga sebesar 0,9 persen, Bogor 1,4 persen, dan Bekasi 2,5 persen.

Adapun, harga rumah tapak seken di Jakarta jika dilihat secara bulanan justru turun sebesar 0,3 persen, dan Depok tidak mengalami perubahan harga.

Kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa, seperti Bandung mencatatkan kenaikan harga 0,6 persen, Yogyakarta 4,2 persen, dan Surakarta 2,3 persen.

Sementara itu, Kota Surabaya dan Semarang mencatatkan penurunan harga secara bulanan masing-masing sebesar 1,0 persen, dan 0,6 persen.

Untuk kota besar lainnya di luar Pulau Jawa, Kota Denpasar dan Makassar mengalami kenaikan harga masing-masing sebesar 1,5 persen dan 4,4 persen pada Oktober 2021, sedangkan harga rumah seken di Medan menurun 3,1 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah tapak harga rumah
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top