Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hubungan dengan Visa Retak, Mastercard-Amazon Makin Mesra

Bloomberg melaporkan sebelumnya bahwa Amazon sedang mempertimbangkan mengalihkan kartu kredit merek bersama ke Mastercard di tengah ketegangan yang memanas dengan Visa Inc.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 18 November 2021  |  20:54 WIB
Hubungan dengan Visa Retak, Mastercard-Amazon Makin Mesra
Logo Mastercard - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Vice Chairman dan Presiden Pertumbuhan Strategis Mastercard Inc., Michael Froman mengatakan perusahaan akan terus mengembangkan hubungannya dengan Amazon.com Inc.

"Kami sudah lama menjalin hubungan baik dengan Amazon. Saya tidak bisa mengomentari percakapan tertentu yang terjadi saat ini," kata Froman dalam wawancara televisi di sela-sela Bloomberg New Economy Forum di Singapura pada Kamis (18/11/2021).

Bloomberg melaporkan sebelumnya bahwa Amazon sedang mempertimbangkan mengalihkan kartu kredit merek bersama ke Mastercard di tengah ketegangan yang memanas dengan Visa Inc. Perselisihan ini telah mendorong para pelapak tidak lagi menggunakan pembayaran Visa di Inggris mulai tahun depan.

Secara terpisah, Froman mengatakan Mastercard berkomitmen untuk menyediakan opsi bagi pelanggan karena mata uang kripto membawa dinamisme dan inovasi ke ruang pembayaran.

Pada Agustus, perusahaan Jeff Bezos ini menerapkan biaya tambahan 0,5 persen untuk semua transaksi pembayaran yang menggunakan Visa. Belum sampai sebulan, Amazon juga menerapkan hal yang sama untuk pelanggan di Australia.

Salah satu poin penting untuk Amazon adalah karena penipuan umumnya lebih mudah melakukan pada saat belanja online daripada di toko.

Tetapi pengecer menunjukkan merekalah yang bertanggung jawab atas penipuan apa pun yang terjadi di situs mereka. Sementara penipuan di toko adalah tanggung jawab bank.

Amazon telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk berinvestasi untuk mendeteksi penipuan. Kurang dari 0,1 persen transaksi di situs raksasa e-commerce adalah penipuan, metrik yang lebih baik daripada kebanyakan pelapak fisik.

Dalam beberapa tahun lalu, Visa mencoba mengatur tarif yang lebih rendah bagi pelapak di e-commerce jika menggunakan teknologinya yang dinamakan "tokenize" dengan memasukkan nomer kartu kreditnya ke situs tersebut. Dengan teknologi itu, Visa dapat mengalihkan tanggung jawab terjadinya penipuan ke bank.

Namun, Amazon menolaknya karena tingkat penipuan yang dicatat sudah sangat rendah.

“Kami pernah mengalami situasi seperti ini di masa lalu. Saya yakin kami bisa menyelesaikan hal-hal ini dan kami berharap itu akan segera terjadi,” Vasant Prabhu, Kepala Keuangan Visa mengatakan pada konferensi investor pada bulan September, merujuk pada keluhan pelapak terkait dengan biaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mastercard amazon.com kartu visa
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top