Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Petani Diajak Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi nasional di saat pandemi. Larena itu, masyarakat di desa yang mayoritas berpencaharian sebagai petani pun diajak untuk terus menggenjot produktivitas sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional di tengah situasi yang belum menentu sebagai dampak pandemi Covid-19.
Ilustrasi - Petani menjemur gabah hasil panen di Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/7/2020). /Bisnis-Abdurachman
Ilustrasi - Petani menjemur gabah hasil panen di Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/7/2020). /Bisnis-Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi nasional di saat pandemi. Karena itu, masyarakat di desa yang mayoritas berpencaharian sebagai petani pun diajak untuk terus menggenjot produktivitas sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional di tengah situasi yang belum menentu.

"Ini adalah upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan dan penurunan stunting. Ayo kita ajak para petani kita untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian. Kalau ini bisa berjalan dengan zonasi yang jelas, kita akan pastikan bahwa impor bisa dikurangi," Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Sabtu (13/11/2021).

Ajakan itu diserukan Gus Menteri -sapaan Abdul Halim Iskandar- saat melakukan panen raya padi di Desa Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan. Mendes mengapresiasi panen raya padi ini sebagai salah satu bentuk ikhtiar dalam menjaga ketahanan pangan.

Dia menjelaskan, selain ketahanan pangan, panen raya padi seperti di Musi Waras ini juga menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan penurunan stunting yang menjadi salah satu agenda Presiden Jokowi. Ia yakin, pertanian bisa menjadi salah satu jalan mewujudkan Indonesia mandiri dalam di bidang pangan.

Gus Halim mengatakan, manajemen pertanian di Desa Wonokerto tersebut layak dipuji. Panen raya di lahan sawah seluas 4 hektare tersebut merupakan yang ketiga kali pada tahun ini. Padi yang dipanen pada bulan November ini adalah hasil tanam sejak Agustus lalu.

"Panen raya padi IP 300. Dalam satu tahun bisa tiga kali panen. Artinya, manajemen petaninya bagus, pendampingan bupati juga bagus," kata mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Dalam kesempatan ini hadir juga Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan (PDP) Sugito, Plt Kepala Badan Pengembangan dan Informasi (BPI) Kemendes PDTT Razali, dan Bupati Musi Rawas Ratna Machmud. Bupati Ratna merespons pujian Mendes dengan komitmen untuk mewujudkan Musi Rawas sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Sumatra Selatan.

"Sebagai bupati saya yakin Musi Rawas akan kembali menjadi lumbung pangan di Provinsi Sumatera Selatan ini," pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper