Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Properti di Hong Kong Terus Naik, The Peak Bikin Rekor Baru

Hong Kong, yang harga propertinya tercatat termasuk paling mahal di dunia, mencatatkan rekor baru ketika sebuah apartemen di kawasan elit The Peak terjual dengan harga Rp1,16 triliun.
Properti di Wan Chai, Hong Kong./Bloomberg/Kyle Lam
Properti di Wan Chai, Hong Kong./Bloomberg/Kyle Lam

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah apartemen di The Peak Hong Kong dijual seharga HK$640 juta (Rp1,16 triliun), menjadikannya yang termahal di Asia per ft2.

Wharf Holdings dan Nan Fung Development menjual sebuah apartemen di Mount Nicholson, salah satu proyek kelas atas paling ikonik di kota itu, seharga HK$140.800 per ft2, menurut perusahaan.

Apartemen di The Peak, area perumahan mewah di Pulau Hong Kong, dilengkapi dengan tiga tempat parkir dan berukuran 4.544 ft2.

Itu memecahkan rekor yang dibuat oleh proyek 21 Borrett Road CK Asset Holdings hampir 9 bulan lalu. Perusahaan taipan Hong Kong Victor Li menjual apartemen itu seharga HK$136.000 per ft2 pada Februari.

Pembelian terbaru menggarisbawahi bagaimana pasar perumahan mewah di Hong Kong, yang sudah menjadi salah satu yang paling mahal di dunia, terus bergerak lebih tinggi.

Total transaksi dalam 12 bulan hingga Juni 2021 mencapai HK$12,8 miliar, lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah tahun sebelumnya, menurut konsultan dan agen properti Colliers International.

Harga rumah kelas atas akan tumbuh 3 persen pada paruh kedua tahun ini, didorong oleh permintaan yang kuat dari China daratan dan penduduk lokal yang kaya, demikian prediksi Colliers.

Pembeli yang tidak diidentifikasi di Mount Nicholson juga membeli apartemen yang berdekatan seharga HK$561 juta, meningkatkan total tagihan menjadi lebih dari HK$1,2 miliar untuk transaksi tersebut, kata pengembang itu sebagaimana dilansir Bloomberg.

Mount Nicholson adalah salah satu proyek properti ultra-mewah yang paling dicari di kalangan orang kaya Hong Kong. Mengingat kelangkaan tanah di The Peak, jarang ada proyek baru yang tersedia untuk dijual di lingkungan eksklusif.

Pembeli di sana termasuk putri mendiang taipan Stanley Ho, Alice dan Sabrina, serta Edwin Leong, pendiri pengembang lokal Tai Hung Fai Enterprises.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper