Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusahaan Kakap UEA Bakal Investasi di RI Gandeng Inalum

Komitmen investasi Emirates Global Aluminium (EGA) dikantongi Kementerian Perindustrian dalam gelaran Dubai Expo 2020 yang digelar tahun ini.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 10 November 2021  |  14:10 WIB
Produksi aluminium ingot di PT Inalum Kuala Tanjung Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, Selasa (2/8).  - Antara/Septianda Perdana
Produksi aluminium ingot di PT Inalum Kuala Tanjung Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, Selasa (2/8). - Antara/Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan terbesar di Uni Emirat Arab (UEA), Emirates Global Aluminium (EGA) bakal menanamkan investasi di Indonesia dan berkerja sama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum

Komitmen tersebut dikantongi Kementerian Perindustrian dalam gelaran Dubai Expo 2020 yang digelar tahun ini.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier mengatakan kerja sama EGA dengan Inalum akan dalam bentuk meningkatkan kapasitas produksi.

"Kemarin kami ke Dubai, dari Emirates Global Aluminium juga minat investasi bekerja sama dengan Inalum akan membawa teknologi baru untuk meningkatkan output produksinya," kata Taufiek saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Rabu (10/11/2021).

Namun demikian, dia tidak memerinci nilai komitmen investasi tersebut. Taufiek mengatakan berdasarkan evaluasi dan tahapan pembangunan 2020-2024, output produksi sejumlah bahan baku logam seperti nikel, aluminium, dan tembaga maish berada di jalur yang tepat.

Pihaknya mendorong transfer teknologi dari investasi asing serta pengembangan sumber daya manusia di dalam negeri dengan membangun pusat-pusat pendidikan industri logam di sentra pertambangan.

Sementara itu, industri logam pada kuartal III/2021 juga menjadi salah satu sektor yang tumbuh pesat sebesar 9,52 persen secara year-on-year dengan utilisasi kapasitas produksi mencapai 78,74 persen.

"Ini akan terus dipacu dengan iklim pasar di dalam negeri dan akan terus dipacu untuk penghiliran," ujarnya.

Selain EGA, Kemenperin juga telah mengantongi komitmen investasi dari Al Khaleej Sugar Co. atau AKS, produsen terbesar gula di kawasan Timur Tengah. Selain akan berinvestasi pada produksi gula, AKS juga menyasar pemenuhan kebutuhan energi melalui produksi bio etanol dan biomassa di kawasan Timur Indonesia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi inalum kementerian perindustrian
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top