Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bicara di Forum G20, Sri Mulyani Tekankan Pentingnya Pemulihan dari Pandemi Secara Merata

Indonesia kembali menyerukan dorongan pemulihan dari pandemi Covid-19 yang merata dalam pertemuan internasional G20 di Roma, Italia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa dampak dari penyebaran virus tidak pandang bulu dan tanpa batas.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 30 Oktober 2021  |  17:01 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020)  -  Foto: Kemenkeu RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020) - Foto: Kemenkeu RI

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia kembali menyerukan dorongan pemulihan dari pandemi Covid-19 yang merata dalam pertemuan internasional G20 di Roma, Italia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa dampak dari penyebaran virus tidak pandang bulu dan tanpa batas.

Hal tersebut disampaikannya pada pertemuan Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan G20 dalam masa Presidensi G20 Italia, Jumat (29/10/2021). Pertemuan internasional secara hybrid tersebut menjadi bagian dari rangkaian pertemuan G20 Leaders’ Summit atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

“Pandemi Covid-19 telah membawa dampak yang tidak pandang bulu dan tanpa batas. Penyebaran Delta yang cepat dan ancaman varian baru telah meningkatkan ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir. Pemulihan ekonomi dunia tergantung pada seberapa cepat kita dapat menahan pandemi,” jelas Sri Mulyani seperti yang dikutip dari siaran resmi, Sabtu (30/10/2021).

Para Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan G20 menegaskan kembali komitmen untuk mengendalikan pandemi di dunia sesegera mungkin, meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat kapasitas sistem kesehatan, serta memastikan akses yang tepat waktu, adil, aman dan terjangkau terhadap vaksin, terapetik, diagnostic, dan peralatan kesehatan sebagai barang publik global (global public goods).

Perbedaan kapasitas antarnegara dalam penanganan ancaman kesehatan merupakan tantangan besar dalam upaya pemulihan ekonomi global.

Kepemimpinan G20 menjadi bagian penting dalam mempromosikan aksi global yang terkoordinasi dengan baik, terutama untuk mendeteksi dan mengatasi ancaman kesehatan di masa depan.

“Saya percaya setiap orang memiliki pandangan yang sama. Pandemi ini harus segera kita respons. Kita perlu memastikan ada cara untuk mendeteksi dan mengatasi ancaman kesehatan di masa depan. Kita perlu memperkuat peran dan meningkatkan capaian WHO, dan kita perlu memastikan ketersediaan pembiayaan yang cukup untuk melakukan semua itu,” ujar Menkeu.

Indonesia, yang tahun ini akan melanjutkan estafet kepemimpinan dari Italia, menyampaikan dukungan pembentukan Gugus Tugas Gabungan Keuangan-Kesehatan (The G20 Joint Finance-Health Task Force), sebagai mekanisme kerja sama dalam menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi.

Penguatan peran dan kapasitas World Health Organization (WHO) merupakan hal yang krusial dalam penguatan sistem kesehatan global yang transparan dan inklusif.

Dalam mencapai tujuan itu, diperlukan kepastian ketersediaan sumber daya yang memadai, termasuk melalui peningkatan kapasitas pembiayaan multilateral development bank (MDB) dan pengembangan fasilitas pembiayaan baru.

Sri Mulyani tak lupa mengungkapkan bahwa pekerjaan dalam mendorong pemulihan tidak akan berhenti dalam presidensi G20 saat ini.

Menurutnya, diperlukan berbagai upaya untuk lebih mengembangkan modalitas selama beberapa bulan mendatang. Sebagai pemegang presidensi G20 selanjutnya, Indonesia akan memanfaatkan kesempatan untuk membuat komitmen yang tegas untuk bertindak.

“Sebagai Presidensi G20 tahun 2022, Indonesia siap untuk melanjutkan upaya ini, karena kami percaya bahwa sangat penting untuk memfasilitasi upaya global untuk pulih bersama dan pulih lebih kuat,” jelas Sri Mulyani sebagai perwakilan Indonesia.

G20 menyatakan komitmen bersama dalam upaya mengendalikan pandemi dengan target vaksinasi 40 persen dari total populasi global di akhir 2021, dan 70 persen di pertengahan 2022. Indonesia juga siap untuk melanjutkan upaya penting ini dalam memfasilitasi upaya global untuk pulih bersama dan pulih lebih kuat.

Peran kepemimpinan G20 dinilai sangat krusial untuk meningkatkan kerja sama global dalam mendorong ketersediaan vaksin, produk kesehatan esensial, input untuk mengurangi kendala, dukungan untuk memperkuat ketahanan rantai pasok, menambah distribusi vaksin, meningkatkan administrasi, serta kapasitas industri lokal seperti transfer pengetahuan dalam penggunaan teknologi dan produksi vaksin bersama.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia yang akan memimpin G20 mulai akhir tahun ini, akan melanjutkan dukungan kebijakan anggaran yang mencakup tiga aspek penting, yaitu pertama, intervensi kesehatan untuk melindungi masyarakat dari Covid-19.

Kedua, bantuan untuk melindungi rumah tangga dan bisnis dari kesulitan sebagai dampak pandemi. Ketiga, agenda reformasi struktural untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan menjaga trajectory pertumbuhan jangka panjang.

Seiring dengan protokol kesehatan yang ketat, pemerintah menyatakan komitmennya dalam melanjutkan penerapan protokol kesehatan, serta mempercepat dan memperluas vaksinasi bagi masyarakat hingga mencapai 208 juta orang pada akhir 2021 atau awal 2022.

Saat ini, Indonesia tercatat telah melakukan proses vaksinasi yang signifikan di atas 2 juta dosis per hari. Konsistensi dukungan kebijakan ekonomi dan kesehatan dinilai telah menghasilkan kinerja ekonomi yang lebih baik pada kuartal II/2021. Kinerja tersebut diperkirakan akan tetap kuat hingga akhir tahun ini.

Indonesia bersama dengan Italia akan memimpin G20 Joint Finance – Health Task Force yang baru saja dibentuk untuk meningkatkan dialog dan kerja sama global, mempromosikan pertukaran gagasan dari pengalaman dan praktik terbaik, membangun koordinasi antara menteri keuangan dan kesehatan, mendorong kepengurusan yang efektif, serta mengadopsi One Health approach.

Pertemuan G20 Joint Finance and Health Ministers’ Meeting dipimpin oleh Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan Italia, dengan dihadiri para Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan G20, negara undangan dan pimpinan sejumlah organisasi internasional.

Indonesia diwakili oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang hadir langsung di Roma, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara virtual.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g20 sri mulyani Covid-19
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top