Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHK Oktober 2021 Diperkirakan Inflasi, Ini Penjelasannya

Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan akan mengalami peningkatan atau inflasi pada Oktober 2021, setelah bulan lalu mengalami deflasi.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 30 Oktober 2021  |  15:44 WIB
Pedagang cabai di sebuah pasar tradisional Wonosari, Yogyakarta. - Bloomberg/Dimas Ardian
Pedagang cabai di sebuah pasar tradisional Wonosari, Yogyakarta. - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan akan mengalami peningkatan atau inflasi pada Oktober 2021, setelah bulan lalu mengalami deflasi.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan, tingkat inflasi pada Oktober 2021 sebesar 0,10 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Pada September 2021, terjadi deflasi sebesar 0,04 persen (mtm) pada IHK.

“Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Oktober 2021, perkembangan harga pada Oktober 2021 masih terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,10 persen [mtm],” tulis Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Muhamad Nur dalam siaran resmi, Jumat (29/10/2021).

Dengan perkembangan tersebut, BI memperkirakan inflasi Oktober 2021 secara tahun kalender sebesar 0,91 persen (year-to-date/ytd), dan secara tahunan sebesar 1,64 persen (year-on-year/yoy).

BI menjabarkan, penyumbang inflasi Oktober 2021 sampai dengan pekan terakhir yaitu komoditas cabai merah sebesar 0,07 persen (mtm); minyak goreng 0,04 persen (mtm); rokok kretek filter 0,02 persen (mtm); lalu cabai rawit, daging ayam ras, dan angkutan udara masing-masing menyumbang 0,01 persen (mtm).

Otoritas moneter juga mencatat bahwa beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain telur ayam ras dan tomat masing-masing sebesar -0,03 persen (mtm); serta bawang merah, bayam, kangkung, sawi hijau, dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,01 persen (mtm).

Dengan perkembangan inflasi yang mengalami lonjakan di beberapa negara, kenaikan harga di Indonesia diproyeksikan masih terkendali setidaknya hingga bulan ini.

Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan bahwa inflasi di dalam negeri akan masih terkendali, meskipun di tengah terjadinya lonjakan kenaikan harga komoditas di berbagai negara. Inflasi global terjadi, di antaranya karena kondisi mismatch antara supply-demand dan supply shortage.

“Inflasi masih terkendali. Kenaikan harga komoditas belum bertransmisi ke harga domestik,” ujar David kepada Bisnis, Jumat (29/10/2021).

Namun, dia menyebut Indeks Harga Grosir atau Wholesale Price Index (WPI) Impor, serta Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index sudah naik.

David memproyeksikan bahwa dalam beberapa bulan ke depan kenaikan harga yang dialami di sejumlah negara akan bertransmisi ke dalam negeri. Sejumlah negara yang tengah mengalami kenaikan inflasi, seperti Amerika Serikat (AS), Brazil, Korea Selatan, Rusia, Turki, dan Meksiko.

“Dalam beberapa bulan ke depan, kemungkinan [kenaikan harga] akan mulai bertransmisi ke harga domestik,” katanya.

Dia memperkirakan, tingkat inflasi pada Oktober 2021 mencapai 0,13 persen (mtm). Secara tahunan, tingkat inflasi diramal akan mencapai 1,67 persen (yoy) pada Oktober 2021.

Adapun, BI menargetkan tingkat inflasi di akhir 2021 berada di kisaran 2 persen sampai dengan 4 persen (yoy).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi indeks harga konsumen
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top