Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Perkirakan Inflasi Oktober 2021 Sebesar 0,10 Persen

BI memperkirakan inflasi Oktober 2021 secara bulanan 0,1 persen, secara tahun kalender sebesar 0,91 persen, dan secara tahunan sebesar 1,64 persen.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 29 Oktober 2021  |  20:13 WIB
BI Perkirakan Inflasi Oktober 2021 Sebesar 0,10 Persen
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memaparkan materi saat acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (3/12 - 2020). Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan tingkat inflasi pada Oktober 2021 sebesar 0,10 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

"Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Oktober 2021, perkembangan harga pada Oktober 2021 masih terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,10 persen (mtm)," tulis Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Muhamad Nur dalam siaran resmi, Jumat (29/10/2021).

Dengan perkembangan tersebut, BI memperkirakan inflasi Oktober 2021 secara tahun kalender sebesar 0,91 persen (year-to-date/ytd), dan secara tahunan sebesar 1,64 persen (year-on-year/yoy).

Penyumbang utama inflasi Oktober 2021 sampai dengan pekan keempat yaitu komoditas cabai merah sebesar 0,07 persen (mtm), minyak goreng sebesar 0,04 persen (mtm) dan rokok kretek filter sebesar 0,02 persen (mtm).

Selanjutnya, cabai rawit, daging ayam ras, dan angkutan udara masing-masing menyumbang sebesar 0,01 persen (mtm).

BI juga mencatat beberapa komoditas mengalami deflasi antara lain telur ayam ras dan tomat masing-masing sebesar -0,03 persen (mtm), serta bawang merah, bayam, kangkung, sawi hijau, dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,01 persen (mtm).

Muhamad lalu menuliskan bahwa BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

"Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Inflasi ekonomi
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top