Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tabrakan LRT Jabodebek, Inka Masih Tunggu Investigasi KNKT

Pada saat pengujian, lanjutnya, seluruh fungsi sarana LRT trainset No. 29 di lintasan LRT dekat Harjamukti Cibubur dalam kondisi baik. Operator yang melakukan uji gerak (dinamis) LRT diduga tidak segera menjalankan fungsi pengereman ketika menata trainset No. 29 menuju posisi stabling/parkir.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 27 Oktober 2021  |  15:48 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022. Kehadiran LRT Jabodebek diharapkan mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.  - Antara/PT KAI
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022. Kehadiran LRT Jabodebek diharapkan mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya. - Antara/PT KAI

Bisnis.com, JAKARTA - PT Industri Kereta Api (Inka) masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kecelakaan LRT Jabodebek yang terjadi di kawasan Jakarta Timur, Senin (25/10/2021).

"Kami belum mendapatkan hasil dari KNKT," kata Senior Manager PKBL, CSR & Stakeholder Relationship PT Inka (Persero) Bambang Ramadhiarto kepada Bisnis, Rabu (27/10/2021).

Meski begitu, Bambang mengaku pihaknya telah melakukan investigasi secara internal di lokasi untuk mengetahui penyebab tabrakan LRT. Dari investigasi tersebut, sementara diduga insiden tabrakan yang melibatkan dua rangkaian yakni trainset No.29 dan 20 terjadi karena adanya human error.

Pada saat pengujian, lanjutnya, seluruh fungsi sarana LRT trainset No. 29 di lintasan LRT dekat Harjamukti Cibubur dalam kondisi baik. Operator yang melakukan uji gerak (dinamis) LRT diduga tidak segera menjalankan fungsi pengereman ketika menata trainset No. 29 menuju posisi stabling/parkir.

“Kejadian ini menurut kami merupakan kecelakaan kerja pada saat proses uji gerak [dinamis] LRT di lintasannya. Uji dinamis sendiri merupakan kelanjutan dari proses produksi LRT yang dilakukan oleh PT INKA sebagai pabrikannya di Madiun," terang Bambang.

Lebih lanjut mengenai rangkaian yang rusak, dia mengaku akan segera mengirimkanmya ke kantor Inka di Madiun untuk dilakukan perbaikan. Sebab, kerusakan sarana LRT Jabodebek akibat kecelakaan kerja tersebut masih merupakan bagian dari proses produksi.

"Rangkaian secepatmya akan dibawa ke Madiun. Kita akan melakukan investigasi detil mana saja yang rusak lalu kita lakukan perbaikan sesuai kerusakan / mengganti komponen baru. Setelah diperbaiki akan dilakukan pengujian ulang sesuai prosedur yang ada," ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt inka LRT
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top