Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pesan Jokowi soal Investasi Asing: Buka Pintu untuk Semua Negara

Presiden Joko Widodo berpesan kepada Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia agar seluruh investor dari negara manapun mendapatkan perlakuan serupa.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 27 Oktober 2021  |  14:09 WIB
Presiden Joko Widodo (tiga kanan) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (tiga kiri), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri), Bupati Batang Wihaji (empat kiri) dan jajaran menteri lainnya berbincang saat peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).  - Antara
Presiden Joko Widodo (tiga kanan) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (tiga kiri), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri), Bupati Batang Wihaji (empat kiri) dan jajaran menteri lainnya berbincang saat peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan kepada Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bahwa Indonesia harus memberikan ruang sebesar-besarnya kepada investor dari seluruh negara.

Bahlil menegaskan bahwa orang nomor satu di Indonesia tersebut meminta agar seluruh investor diberikan perlakuan yang sama.

"Di bawah perintah Presiden Joko Widodo, bahwa Indonesia harus memberikan ruang sebesar-besarnya kepada semua negara. Kita tidak hanya mencondong ke satu negara, tapi semua negara kita beirkan tempat yang sama, selama dia memenuhi peraturan perundangan [Indonesia]," ucap Bahlil pada konferensi pers, Rabu (27/10/2021).

Pada periode Januari-September 2021, negara dengan investasi terbesar yang masuk ke Indonesia masih Singapura. Total investasinya adalah US$7,3 miliar atau 32,0 persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA) atau Foreign Direct Inevstment (FDI).

"Dari Januari sampai September, Singapura masih nomor satu. Kita tahu ini hub juga bagi beberapa negara ," kata Bahlil.

Setelah Singapura, peringkat negara dengan PMA terbesar di Indonesia diikuti oleh Hong Kong sebesar US$3,1 miliar (13,8 persen); China sebesar US$2,3 miliar (10 persen); Jepang sebesar US$1,8 miliar (7,7 persen); dan Belanda US$1,5 miliar (6,7 persen).

Selain itu, realisasi PMA yang masuk ke Indonesia pada kuartal III/2021 adalah sebesar Rp103,2 triliun atau 47,6 persen dari total investasi yang masuk. Total nilai penanaman modal pada kuartal III/2021 adalah Rp216,7 triliun.

Realisasi PMA pada kuartal III/2021, kata Bahlil, turun turun 11 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), dan turun 2,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Tidak hanya PMA, total nilai investasi pada kuartal III/2021 juga turun secara kuartalan sebesar 2,8 persen (qtq), dibandingkan dengan kuartal II/2021 sebesar Rp223,0 triliun.

Menurut Bahlil, kuartal ketiga tahun ini terberat akibat eskalasi kasus Covid-19 yang dipicu oleh varian Delta. Namun, realisasi investasi pada kuartal III/2021 tetap tumbuh seebsar 3,7 persen secara tahunan (yoy).

"Kuartal ketiga adalah kuartal terberat sebab kita menghadapi pandemi Covid-19 luar biasa kenaiknannya mulai Agustus itu," ujar Bahlil.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi investasi bkpm pma
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top