Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasang Propylene Splitter, Progres Proyek Kilang Balikpapan Capai 42,57 Persen

PT Kilang Pertamina Balikpapan, anak usaha PT Kilang Pertamina Internasional, melakukan pemasangan column propane atau propylene splitter yang merupakan peralatan penting untuk memisahkan propylene product dari propane product.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 27 Oktober 2021  |  10:34 WIB
Pemasangan propylene splitter di Proyek RDMP Balikpapan. - Istimewa
Pemasangan propylene splitter di Proyek RDMP Balikpapan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Kilang Pertamina Balikpapan, anak usaha PT Kilang Pertamina Internasional, melakukan pemasangan column propane atau propylene splitter yang merupakan peralatan penting untuk memisahkan propylene product dari propane product.

Column propane atau propylene splitter dengan tag number C-063-06 pada unit Propylene Recovery Unit (PRU) tersebut resmi dipasang pada 25 Oktober 2021. Capaian tersebut akan berkontribusi terhadap progres positif Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang pada pertengahan Oktober 2021 telah mencapai 42,57 persen.

Direktur Utama PT Kilang pertamina Balikpapan Feri Yani mengatakan bahwa capaian progres dari kedatangan propylene splitter hingga erection equipment berkontribusi sebesar 0,15 persen terhadap progres proyek keseluruhan RDMP Balikpapan.

“Pemasangan propylene splitter ini merupakan momentum penting, mengingat peralatan ini termasuk dalam long lead item [LLI] yang sudah dipesan sejak Juli 2019, dan tiba di Balikpapan pada Juli 2021,” katanya melalui keterangan resmi, Rabu (27/10/2021).

Feri menuturkan, prosedur pemasangan propylene splitter dilakukan dengan perencanaan matang oleh tenaga ahli. Hal tersebut dikarenakan column propane atau propylene splitter termasuk column tertinggi di proyek RDMP Balikpapan, dengan dimensi tinggi 111,04 meter, dan berat 752,6 ton.

“Mengingat dimensi tersebut, kami juga menggunakan crane khusus, yaitu giant crane Sarens SGC-90 dengan kapasitas 2800 ton. Crane ini merupakan electric ring crane raksasa di dunia yang menjadi salah satu pendukung aktivitas pengangkatan alat berat utama di Proyek RDMP Balikpapan.”

Feri pun optimis dapat terus merealisasikan capaian-capaian RDMP Balikpapan yang dikelola oleh perusahaan.

Hal itu juga sejalan dengan tujuan dibangunnya Proyek RDMP Balikpapan, yaitu meningkatkan kapasitas pengolahan Kilang Balikpapan dari 260 kbpd menjadi 360 kbpd, dan meningkatkan kualitas produk untuk memenuhi standar EURO V yang lebih ramah lingkungan.

Tujuan lainnya, yakni meningkatkan kompleksitas kilang dengan menambah unit konversi demi menghasilkan lebih banyak higher value products. Proyek RDMP juga diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas pengolahan crude (minyak mentah) agar mampu mengolah crude yang lebih sour.

Pandemi Covid-19, kata dia, memberikan tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk tetap adaptif melanjutkan proyek RDMP Balikpapan secara on time, on budget, on specification, on return, on regulation (OTOBOSOROR).

Selain itu, perusahaan juga menerapkan secara ketat kewajiban menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai ketentuan Health, Safety, Security, & Environment (HSSE).

Spirit Kilang Pertamina Balikpapan dalam mengawal proyek ini tak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga bentuk integritas Kilang Pertamina Internasional dalam menjamin ketahanan energi di Indonesia,” jelasnya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina kilang balikpapan
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top