Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Negosiasi Inggris - Uni Eropa Soal Irlandia Utara Masih Buntu

Inggris mengancam akan menangguhkan perjanjian yang mengatur Protokol Irlandia Utara secara sepihak lantaran berdampak negatif pada perdagangannya.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  07:11 WIB
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat mengadakan konferensi pers di Brussel, Belgia, pada Senin (21/12/2020). - Bloomberg
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat mengadakan konferensi pers di Brussel, Belgia, pada Senin (21/12/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Inggris mengatakan proposal Uni Eropa dalam mengatur perdagangan di Irlandia Utara tidak menyelesaikan masalah seiring dengan kebuntuan antara dua pihak tersebut.

"Saya tidak yakin mereka akan memberikan semacam kebebasan dalam kebebasan perdagangan antara Inggris dan Irlandia Utara yang ingin kami lihat. Jarak antara kami tetap signifikan," kata Menteri Brexit Inggris David Frost, seperti dikutip Bloomberg, Senin (25/10/2021).

Inggris dan Uni Eropa saat ini tengah terjebak dalam kebuntuan dalam pembicaraan kesepakatan pasca Brexit. Inggris mengancam akan menangguhkan perjanjian yang mengatur Protokol Irlandia Utara secara sepihak lantaran berdampak negatif pada perdagangannya.

Sebelumnya, Inggris telah menyetujui perbatasan pabean di Laut Irlandia yang bertujuan untuk menghindari perbatasan yang terlalu ketat di pulau Irlandia itu. Sekarang, Inggris ingin mengubah kesepakatan tersebut lantaran dianggap membahayakan perekonomian Irlandia Utara dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Namun, jika Inggris mengingkari komitmennya, Uni Eropa bakal mempertimbangkan untuk mengakhiri seluruh kesepakatan perdagangan pasca Brexit, menurut sumber anonim.

Pada Senin, Frost juga menekankan keinginannya untuk menghapus peranan Pengadilan Eropa (ECJ) pada fungsi Protokol Irlandia Utara. Hal tersebut juga disampaikan oleh Frost untuk membantah laporan surat kabar yang mengatakan Inggris akan menyetujui perjanjian pemerintah gaya Swiss di mana panel arbitrase akan dibentuk untuk menangani perselisihan dan ECJ masih berperan dalam hukum Uni Eropa.

"Kami akan memperbaiki Protokol Irlandia Utara Brexit," kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

"Kami tidak tertarik pada pengaturan yang membuat pengadilan tetap dengan nama lain, dengan satu penghapusan, atau dengan cara lain. Kami tidak dapat meminta Pengadilan untuk menyelesaikan perselisihan di antara kami dalam protokol ini di masa depan," ungkap Frost.

“We’re not interested in arrangements which keep the court in by some other name, at one remove, or in some other way,” Frost said. “We can’t have the Court of Justice settling disputes between us in this protocol in future.”


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa inggris Brexit
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top