Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementerian PUPR Optimis Bisa Salurkan FLPP untuk 170.000 Unit Rumah di Akhir Oktober

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan atau PPDPP optimistis penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada Oktober tahun ini bisa mencapai 170.000 unit.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  14:03 WIB
Perumahan bersubsidi. - Antara/Raisan Al Farisi
Perumahan bersubsidi. - Antara/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan atau PPDPP optimistis penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada Oktober tahun ini bisa mencapai 170.000 unit.

“Dengan percepatan penyaluran yang dilakukan oleh 41 bank pelaksana, saya semakin optimistis angka penyaluran sebesar 170.000 unit untuk 2021 ini akan segera tercapai di akhir Oktober,” ujar Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Menurut Arief, sesuai dengan rencana pemerintah untuk mengalihkan FLPP ke BP Tapera di 2022, maka batas akhir penyaluran dana FLPP ditetapkan pada 31 Oktober 2021.

Dengan demikian, sisa waktu yang ada hingga berakhirnya 2021 akan dimanfaatkan oleh PPDPP untuk persiapan administratif peralihan dana FLPP ke BP Tapera.

“Dengan peralihan dana FLPP ke BP Tapera, dapat kami yakinkan bahwa layanan yang ada kepada masyarakat berpenghasilan rendah tidak akan berubah. Layanan akan berjalan dengan baik di 2022,” ujarnya.

Tercatat per Jumat 22 Oktober 2021, PPDPP telah mampu melampaui target FLPP yang ada, yakni menyalurkan FLPP ke 169.244 unit rumah senilai Rp18,53 triliun, atau 107,46 persen dari target yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar 157.500 unit untuk 2021.

Jumlah tersebut membuat total penyaluran dana FLPP pada 2010–2021 telah mencapai 934.099 unit senilai Rp74,13 triliun.

Dalam kesempatan yang berbeda, Komisioner BP Tapera Adi Setianto juga menyampaikan, Sistem plug and play akan BP Tapera terapkan dalam peralihan dana FLPP ke BP Tapera.

“Sehingga dapat kami pastikan layanan penyaluran dana FLPP dapat berjalan dengan baik. Kalaupun ada perubahan itu adalah upaya kami untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Adi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

flpp rumah bersubsidi Kementerian PUPR

Sumber : Antara

Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top