Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Kendala, Target 23 Persen EBT di 2025 Diprediksi Bakal Molor

Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) memperkirakan target bauran energi baru terbarukan hingga 23 persen pada 2025 akan molor dari jadwal, meski pemerintah telah memiliki perencanaan yang matang.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 25 Oktober 2021  |  06:22 WIB
 Pembangkit listrik tenaga bayu. - Istimewa
Pembangkit listrik tenaga bayu. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) memperkirakan target bauran energi baru terbarukan hingga 23 persen pada 2025 akan molor dari jadwal, meski pemerintah telah memiliki perencanaan yang matang.

Wakil Ketua Umum I Masyarakat Kelistrikan Indonesia Chairani Rachmatullah mengatakan bahwa selama ini kontribusi penambahan kapasitas pembangkit energi terbarukan masih dipegang PT PLN (Persero).

Dalam perjalannya, PLN telah memiliki daftar rencana untuk mencapai target dalam empat tahun mendatang. Akan tetapi, kendala di lapangan tidak dapat dihindarkan.

Beberapa di antaranya kendala pada tahap negosiasi, tahapan lelang, maupun saat Contract Discussion Agreement (CDA). Bahkan, rencana tersebut bisa saja tersangkut perkara perizinan hingga mengenai analisis dampak lingkungan (Amdal).

“Saya rasa akan ada delay karena operasional tadi, bukan karena tidak ada pembangkitnya, atau bukan karena tidak ada perencanaannya,” katanya kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Dia menyebut bahwa proses memperbesar bauran energi baru terbarukan (EBT) terus dikebut. Hingga akhir tahun nanti, PLN juga akan menambah kapasitas EBT hingga 200 MW.

“Secara rencana sudah ada, eksekusinya ada. [hanya masalah saat di lapangan],” katanya.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat capaian bauran energi baru terbarukan stagnan pada kisaran 11 persen. Angka itu masih jauh dari target bauran EBT 23 persen pada 2025.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan bahwa secara persentase, bauran energi terbarukan tahun ini turun 0,2 persen dibandingkan dengan 2020. 

“Realisasi hampir 11 persen, turun 0,2–0,3 persen karena pencatatan menggunakan posisi Agustus dan juga ada kenaikan dari sisi yang pembangkit listrik berbasis fosil,” katanya.

Kementerian mencatat penambahan kapasitas pembangkit EBT telah mencapai 376,04 megawatt (MW) hingga kuartal III/2021. Adapun, target bauran energi bersih hingga akhir tahun ini mencapai 875,78 MW. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi baru terbarukan bauran energi
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top