Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi UAE Rp142 Triliun di INA Difokuskan ke Proyek Pariwisata dan Infrastruktur

UEA meminta agar modal yang diinvestasikan itu digunakan untuk proyek-proyek infrastruktur dan pariwisata.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 07 Oktober 2021  |  20:31 WIB
Sebelum ke UEA dan Arab Saudi, Menko Luhut dan Menteri BUMN Erick Thohir juga melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang, untuk meminta dukungan bagi pembentukan SWF Indonesia.  - ANTAR
Sebelum ke UEA dan Arab Saudi, Menko Luhut dan Menteri BUMN Erick Thohir juga melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang, untuk meminta dukungan bagi pembentukan SWF Indonesia. - ANTAR

Bisnis.com, JAKARTA - Uni Emirat Arab (UEA) telah berkomitmen untuk menanamkan modalnya atau berinvestasi senilai US$10 miliar atau setara Rp142,1 triliun (kurs Rp14.215 per dolar AS) ke Indonesia melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Indonesia Investment Autohority (INA).

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan bahwa UEA meminta agar modal yang diinvestasikan itu digunakan untuk proyek-proyek infrastruktur dan pariwisata.

"Mereka [UEA] akan meminta kita untuk menginvestasikan dana ini ke proyek-proyek infrastruktur, kemudian ke proyek pariwisata salah satunya di Aceh," kata Staf Ahli I Bidang Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Heldy Satrya Putera pada webinar Expo Dubai 2020: Etalase Indonesia di Kancah Dunia secara virtual, Kamis (7/10/2021).

Heldy menegaskan bahwa dana segar ini tidak akan langsung dikelola atau digunakan oleh UEA. Namun, pengelolaannya akan dilakukan oleh SWF INA.

"Jadi ini mereka sudah commit, tapi melalui Indonesian Investment Authority. Jadi bukan mereka yang langsung ke project-nya, tapi kita [INA] yang akan mengelola itu," kata Heldy.

Di sisi lain, Indonesia akan memanfaatkan partisipasinya dalam Dubai Expo 2020 untuk mempromosikan sejumlah proyek investasi, mulai dari investasi di sektor kesehatan sampai hilirisasi hasil sumber daya alam (SDA).

Heldy menyampaikan bahwa proyek-proyek tersebut nantinya akan ditawarkan kepada salah satunya Uni Emirat Arab (UEA), dan total 192 negara peserta Dubai Expo 2020.

"Ini [investasi] akan kita dorong juga agar terealisasi pada kesempatan Expo ini. Tentu, sektor lain juga akan kita dorong dan yang bisa kita tawarkan pada seluruh pengunjung dari Expo ini," jelasnya.

Seperti diketahui, Dubai Expo 2020 dilaksanakan pada 1 Oktober 2021 sampai dengan 31 Maret 2022, setelah sebelumnya ditunda akibat pandemi Covid-19. Pada kesempatan itu pula, Indonesia akan mengejar promosi kerja sama investasi dengan UEA dan negara-negara lainnya yang turut menjadi peserta Expo.

Adapun, BKPM menargetkan realisasi investasi Indonesia pada 2021 sebesar Rp900 triliun. Per semester I/2021, realisasi investasi mencapai Rp442,7 triliun atau 49,2 persen dari target.

Untuk target di 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan target kepada BKPM untuk merealisasikan investasi sebesar Rp1.200 triliun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur pariwisata bkpm uea SWF Indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top