Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren Ruang Kerja ke Depan, Simak Penjelasan IWG

Masa depan cara bekerja yakni hybrid yang menyediakan solusi yang memberikan manfaat besar bagi perusahaan dan karyawan. 
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 07 Oktober 2021  |  08:12 WIB
Ilustrasi ruangan kerja. - IWG
Ilustrasi ruangan kerja. - IWG

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak luar biasa terhadap perubahan budaya dan sistem kerja.

Saat ini karyawan tidak lagi harus bekerja dari kantor, meski cepat atau lambat akan ada masanya mereka harus kembali bekerja di kantor. 

IWG, penyedia ruang kerja fleksibel melihat sistem kerja fleksibel dapat dilakukan sehingga langkah selanjutnya yakni menciptakan ruang kerja fleksibel yang permanen. 

IWG’s VP for Sales Asean South Korea Lars Wittig mengatakan saat ini dan ke depannya, perpaduan konsep sistem kerja remote dan dari kantor menjadi solusi untuk mengurangi ruang yang dibutuhkan perusahaan, sekaligus dapat mengurangi jumlah pekerja yang datang ke kantor setiap harinya.

Menurutnya, banyak perusahaan yang mengadaptasi sistem kerja fleksibel, menawarkan pilihan kepada karyawan untuk bekerja dari rumah, dari kantor, atau dari co-working hub yang menjembatani keduanya guna memberikan fleksibilitas ruang kerja bagi karyawan. 

Hal ini dapat memberikan keuntungan bagi karyawan dan perusahaan tempat bekerja.

“Gagasan tentang kantor pusat yang menjadi tempat ribuan orang bekerja menjadi tidak relevan lagi saat ini. Tidak menutup kemungkinan, konsep hub dan spoke menjadi sangat relevan di masa depan. Perusahaan memiliki kantor pusat yang menjadi hub dan satelit dihubungkan oleh spokes. Orang-orang dapat bekerja lebih dekat dari rumah sementara perusahaan menghemat biaya dan kantor pusat yanglebih fleksibel masih tersedia jika diperlukan," ujarnya dalam Media Gathering, Rabu (6/10/2021).  

Dia menilai sistem kerja remote telah berhasil dijalankan oleh berbagai bisnis, serta para karwayan perusahaan. Hal tersebut memberikan produktivitas, fleksibilitas, dan manajemen kerja yang lebih baik. 

Pada Januari 2021, sebuah studi mengungkapkan bahwa 83 persen perusahaan merasa transisi untuk bekerja secara jarak jauh telah berhasil dan meningkat sebanyak 10 persen sejak Juni 2020. 

"Ketika perusahaan melihat masa depan setelah pandemi, banyak perusahaan yang berencana untuk menerapkan sistem kerja hybrid dengan kombinasi kerja dari kantor dan kerja secara remote. Sebelum pandemi Covid-19, banyak perusahaan yang mengharuskan karyawannya untuk bekerja dari kantor, namun ketika pandemi mulai mereda, perusahaan merasa sistem kerja hybrid di mana karyawan dapat bekerja secara remote maupun dari kantor akan menjadi sebuah hal yang normal,” ucapnya.  

Masa depan cara bekerja yakni hybrid yang menyediakan solusi yang memberikan manfaat besar bagi perusahaan dan karyawan. 

Cara kerja fleksibel memberikan keuntungan finansial yang besar. Perusahaan dapat memangkas biaya operasional, meminimalisir risiko dan tumbuh lebih cepat. 

Selain itu, perusahaan juga dapat melakukan efisiensi yang didukung oleh kesiapan teknologi, bisnis, dan pekerja dalam pemanfaatan inovasi digital seperti platform atau aplikasi manajemen kerja tim. 

Menurutnya, model kerja hybrid tidak hanya menguntungkan perusahaan tetapi juga bagi karyawan. Terlebih, kesehatan mental para karyawan menjadi lebih baik dan akan mengurangi biaya transportasi yang digunakan untuk pergi ke kantor utama.

"Dengan memiliki lokasi yang dekat dengan masyarakat setempat, perusahaan dapat menjaring talenta yang lebih baik, yang tertarik dengan sistem kerja fleksibel," kata Lars. 

Konsep kerja fleksibel juga dapat digunakan jika berbagai ruang kerja dibuka di lokasi yang lebih luas. Tidak hanya fokus di kawasan pusat bisnis (CBD) tetapi juga di kawasan pinggiran kota bahkan pedalaman.

Dalam jangka panjang, konsep hub-and-spoke akan memberikan jawaban terhadap kebutuhan dari banyak bisnis. 

"Hub regional dapat dirancang dengan tata letak yang berbeda untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan. Kantor spoke dapat diatur dengan cepat dan sesuai kebutuhan," tuturnya. 

Lars menambahkan IWG berada di garda terdepan dalam revolusi ruang kerja fleksibel selama lebih dari 30 tahun dan mengubah cara dunia bekerja bahkan jauh sebelum pandemi. 

Pandemi, lanjutnya, memberikan berbagai dampak sekaligus mempercepat tren yang telah berlangsung selama sekian lama. 

IWG telah melihat bahwa dalam jangka pendek hingga menengah, perusahaan akan membutuhkan ruang yang lebih banyak. Tetapi, dalam jangka panjang ketika peraturan dilonggarkan, perusahaan menginginkan ruang yang lebih kecil. 

Dalam hal ini, ruang kerja fleksibel atau fasilitas co-working menjadi solusi dengan biaya yang lebih efisien. 

"Terlebih lagi, dengan banyaknya ruang kerja yang tersedia di kawasan pinggir kota yang dapat digunakan sebaga ikantor cabang, karyawan tidak perlu pergi ke kawasan pusat bisnis setiap harinya," tuturnya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti perkantoran Work From Home
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top