Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terapkan Teknologi Hijau Antar Star Energy Raih Enam Subroto Award

Star Energy Geothermal saat ini mengelola tiga PLTP dengan kapasitas total 875 MW, yang tersebar di Jawa Barat yaitu di Salak, Darajat, dan Wayang Windu. 
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 01 Oktober 2021  |  08:22 WIB
Terapkan Teknologi Hijau Antar Star Energy Raih Enam Subroto Award
Pekerja melakukan pemeriksaan rutin jaringan instalasi pipa di wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak yang berkapasitas 377 megawatt (MW) milik Star Energy Geothermal, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Tiga pembangkit listrik panas bumi Star Energy, yakni Star Energy Geothermal Salak, Star Energy Geothermal Darajat II, dan Star Energy Geothermal Wayang Windu berhasil meraih enam Subroto Award dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Penyerahan penghargaan berlangsung pada Selasa (28/9/2021) malam. Subroto Award merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Kementerian ESDM kepada para individu, perusahaan, dan pemangku kepentingan yang dinilai memberi kontribusi dan pencapaian di bidang energi dan sumber daya mineral di Indonesia termasuk komitmen dalam menjaga dan meyakinkan keselamatan, kesehatan kerja, dan lindung lingkungan.

Star Energy Geothermal Salak Ltd. mendapat peringkat Aditama dengan nilai tertinggi untuk kategori Kinerja Pengendalian Pencemaran dan/atau Kerusakan Lingkungan Panas Bumi, peringkat Aditama untuk kategori Kinerja Penerapan K3 & Keteknikan Panas Bumi serta menduduki Juara Pertama untuk kategori Kontribusi PNBP Panas Bumi Terbesar.

Selanjutnya, Star Energy Geothermal Darajat II Ltd. meraih Aditama dengan nilai tertinggi untuk Kinerja Penerapan K3 & Keteknikan Panas Bumi, dan penghargaan Aditama untuk Kinerja Pengendalian Pencemaran dan/atau Kerusakan Lingkungan Panas Bumi. 

Sementara itu, Star Energy Geothermal Wayang Windu, Ltd meraih penghargaan Aditama untuk kategori Kinerja Pengendalian Pencemaran dan/atau Kerusakan Lingkungan Panas Bumi.

Hendra Soetjipto Tan, Group CEO Star Energy Geothermal (SEG), mengatakan bahwa pencapaian ketiga aset ini merupakan bukti dari keunggulan operasi dan komitmen perusahaan dalam mengelola aspek-aspek lingkungan dan keselamatan kerja di seluruh operasi perusahaan. 

“Kami selalu berusaha menjaga kinerja unggul operasi kami, salah satunya dengan menggunakan teknologi-teknologi terdepan untuk meminimalisir dampak lingkungan,” ujarnya melalu siaran pers yang diterima Bisnis, Jumat (1/9/2021).

Salah satu keunggulan teknologi yang sedang dikembang Star Energy Geothermal yakni pembangkit binary di Salak. Pembangkit binary dapat meminimalkan footprint di lahan konservasi karena memanfaatkan daerah milik jalan (right of way) yang sudah ada, dapat mengekstraksi panas dari hot brine, mengurangi pemanfaatan listrik untuk pemakaian sendiri, dan memerlukan perawatan yang minimal.

“Kami juga sangat bangga karena Star Energy Geothermal Salak, Ltd mampu meraih juara satu untuk kategori Kontribusi PNBP [penerimaan negara bukan pajak] Panas Bumi Terbesar. Hal ini menunjukkan besarnya manfaat PLTP Salak yang dapat dirasakan oleh masyarakat baik dari segi pasokan listrik maupun kontribusi PNBP,” kata Hendra.

SEG saat ini mengelola tiga PLTP dengan kapasitas total 875 MW, yang tersebar di Jawa Barat yaitu di Salak, Darajat, dan Wayang Windu. 

Ketiga wilayah operasi PLTP yang berada di kawasan pegunungan dan hutan lindung, membuat SEG terus berkomitmen untuk melakukan program restorasi dan konservasi yang melibatkan pemerintah daerah setempat dan mitra yang kompeten di bidangnya yang dipadukan pemberdayaan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan operasi, pelestarian lingkungan, dan manfaat sosial di semua wilayah kerjanya.

Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, menegaskan target pemerintah untuk mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT), termasuk panas bumi. 

“Untuk mencapai target menuju zero emission pada 2060 dengan transisi energi bersih, ramah lingkungan, dan rendah karbon. Di bidang EBT, sedang difinalisasi harga EBT yang lebih menarik untuk investor. Pemerintah juga ada program government drilling panas bumi untuk mengurangi risiko investasi.” 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panas bumi star energy geothermal
Editor : Zufrizal
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top