Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Elon Musk Berkeluh Kesah Soal Pemerintahan Joe Biden

Elon Musk mengkritik Joe Biden yang dinilai Bias. Dirinya, lebih suka melihat presiden yang lebih sentris.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 29 September 2021  |  10:30 WIB
Elon Musk - istimewa
Elon Musk - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - CEO Tesla Inc. Elon Musk mengungkapkan bahwa pemerintahan Joe Biden bias terhadap perusahaannya setelah Gedung Putih mengadakan pertemuan dengan industri otomotif, tetapi tidak mengundang produsen mobil elekrtik, termasuk Tesla.

Musk, yang berbicara pada hari Selasa di Code Conference di Beverly Hills, California, mengatakan bahwa pemerintah terlalu dipengaruhi oleh tenaga kerja yang terorganisir. Dia mengatakan dia lebih suka melihat presiden yang lebih sentris.

"Dia tidak menyebut Tesla sekali pun dan memuji GM dan Ford karena memimpin revolusi EV Rusia," gurau Musk di atas panggung dengan jurnalis Kara Swisher. “Ini bukan administrasi yang ramah. Tampaknya dikendalikan oleh serikat pekerja.”

Gedung Putih tidak menanggapi permintaan komentar. "Saya sama sekali tidak ingin menjadi presiden," tambah Musk.

Tesla, yang berkantor pusat di Palo Alto, California, mempekerjakan sekitar 10.000 pekerja di pabriknya di dekat Fremont. United Auto Workers telah melakukan berbagai upaya untuk mengorganisir pekerja di sana.

Ketika membahas Space Exploration Technologies Corp., Musk mengatakan bahwa bekerja dengan pemerintah AS adalah bagian penting dalam berbisnis.

Dia sekali lagi bercanda bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa AS harus dikenal sebagai Komisi Pengayaan untuk Penjualan Pendek. Dia sebelumnya membagikan tweet referensi tersebut pada April 2018 setelah mencapai kesepakatan dengan agensi yang melarangnya menjabat sebagai ketua Tesla sebagai hukuman atas serangkaian posting media sosial dirinya yang dinilai bermasalah.

Orang terkaya di dunia juga menentang laporan oleh ProPublica pada bulan Juni yang mengatakan bahwa dia membayar pajak penghasilan yang kecil dibandingkan dengan konglemerasi besar, yang diperkirakan mencapai US$209,6 miliar oleh Bloomberg Billionaires Index.

Musk mengatakan dia tidak menarik gaji dari SpaceX atau Tesla, dan membayar tarif pajak efektif sebesar 53 persen untuk opsi saham yang dia gunakan. Dia menambahkan bahwa dia mengharapkan tarif pajak naik tahun depan.

"Pajak saya sangat tinggi," kata Musk. “Mereka seperti lebih dari setengahnya, dan sejumlah besar akan dibayarkan dalam tiga bulan ke depan karena opsi yang kedaluwarsa.”

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

elon musk tesla Joe Biden

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top