Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sekarang Waktu yang Pas untuk Developer Bangun Hotel

Saat ini merupakan waktu yang tepat bagi kalangan developer untuk merealisasikan proyek mereka di subsektor perhotelan, menurut perusahaan konsultan properti Colliers Indonesia.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 29 September 2021  |  17:06 WIB
Sekarang Waktu yang Pas untuk Developer Bangun Hotel
Seorang wisatawan domestik menikmati keindaha Tanah Lot di Tabanan, Bali./Bisnis - M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sekarang merupakan waktu yang tepat bagi developer atau investor untuk menanamkan modal di industri perhotelan meskipun kondisi saat ini belum stabil akibat tekanan pandemi Covid-19.

Menurut Satria Wei, Director Colliers Indonesia, perusahaan konsultan properti, investor dapat mulai mengatur dan mempersiapkan investasi sementara pasar secara bertahap matang.

Dia mengemukakan bahwa keputusan investasi awal yang mengutamakan kebutuhan calon nasabah adalah yang terbaik.

“Jadi, investasi di subsektor ini jangan menjadi pengikut, yang hanya akan mendapatkan sisa, tetapi investasi pemimpin yang menciptakan konsumen baru, investasi yang dilakukan ketika investor lain menahan diri,” ungkapnya pada Rabu (29/9/2021).

Sumber: Badan Pusat Statistik

Dia menambahkan pasar perhotelan di Indonesia hanya dalam mode “tidur” selama pandemi Covid-19 ini dan para pemangku kepentingan di industri ini terus melakukan persiapan menghadapi kenormalan baru.

Satria mengemukakan sejak akhir 2020, kondisi industri perhotelan membaik karena pemerintah membuka akses perjalanan, meski hanya untuk pasar domestik.

Namun, pasar perhotelan terpaksa kembali "tertidur" setelah kuartal I 2021 akibat peningkatan peningkatan besar kasus positif Covid-19 pada kuartal II tahun ini.

Meski demikian, berdasarkan beberapa indikator, sisa tahun ini menjadi periode yang lebih baik, dengan pertumbuhan positif untuk industri perhotelan. Dia memberikan contoh, tingkat hunian daerah di Bali telah meningkat dari satu digit menjadi sekitar 20 persen.

Mengenai wilayah yang diprediksi mendapatkan kenaikan jumlah pengunjung, Satria mengemukakan Bali masih menjadi destinasi unggulan dan akan disambangi terlebih dahulu, diikuti Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta serta Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Bali

Terkait dengan adanya insentif pengurangan pajak bagi investor yang diterapkan pemerintah untuk meningkatkan minat investasi di industri pariwisata khususnya hotel, Satria menilai sektor ini memang memasuki babak baru. Investor, baik lokal, regional maupun internasional, belakangan ini mulai menunjukkan ketertarikan mereka untuk menanam modal di Indonesia.

Satria berpandangan pengurangan pajak yang diperkenalkan oleh pemerintah untuk investasi di industri pariwisata memang merupakan awal yang baik. Namun, pelaku industri dan pemangku kepentingan lainnya perlu melakukan persiapan dasar untuk memastikan pengembalian investasi yang baik.

Oleh karena itu, lanjutnya, dukungan seluruh pemangku kepentingan di industri ini adalah wajib, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha (pemilik dan karyawan) dan pemasok, hingga penyedia kebutuhan tenaga kerja. “Jika semua orang bisa mendukung persiapan dasar, maka insentif yang dicanangkan pemerintah akan semakin menarik.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perhotelan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top