Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mendag Siapkan Jurus Stabilkan Harga Telur yang Anjlok

Mendag Muhammad Lutfi berupaya melakukan stabilisasi harga telur yang anjlok di pasar.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 25 September 2021  |  14:39 WIB
Pedagang menata telur di Pasar Benhil, Jakarta, Senin (13/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pedagang menata telur di Pasar Benhil, Jakarta, Senin (13/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi berencana menyerap telur dari hasil peternakan untuk bantuan sosial atau bansos yang diberikan pemerintah. Rencana itu dilakukan untuk mengatasi harga telur yang anjlok di pasar satu kuartal terakhir.

"Harga telur ini karena memang daya belinya turun. Maka harga telur secara nasional berada sekitar 10 hingga 20 persen dari harga standar Kementerian Perdagangan," kata Lutfi melalui keterangan tertulis, Sabtu (25/9/2021).

Lutfi mengatakan rencana itu diharapkan dapat menstabilkan kembali harga telur di pasar. Selain itu, dia menbambahkan, penyerapan telur untuk bantuan sosial itu dapat meningkatkan gizi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Supaya harga telur ini baik, dan juga meningkatkan gizi masyarakat. Ini yang sedang kami pikirkan. Kita bantu semua sama-sama, supaya bisa jalan perekonomian," kata dia.

Kalangan peternak di Boyolali, Jawa Tengah, mengeluh mengalami kerugian karena harga telur ayam ras turun. Sebab, saat ini harga pakan ayam naik, sehingga harga telur sudah berada di bawah harga pokok produksi (HPP).

Berdasarkan informasi yang diunggah di Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (Sihati) Jawa Tengah, pada 2021 ini harga telur ayam ras di pasaran di Kabupaten Boyolali mengalami fluktuasi. Harga tertinggi adalah Rp25.500/kg yang terjadi pada 14-16 April 2021.

Namun pada 30 April, harga anjlok menjadi Rp19.000/kg yang menjadi harga terendah di tahun ini sesuai data tersebut. Pada 7 Juni 2021, harga telur di Boyolali sempat naik lagi mencapai Rp24.000/kg. Kemudian pada 6 Juli 2021 turun ke Rp22.000/kg.

Pada 9 Agustus 2021 naik lagi ke harga Rp24.000/kg namun di awal September turun di harga Rp20.000/kg. Di 7 September harga telur berada di Rp21.000/kg. Menurut warga, terakhir harga telur mengalami penurunan sepekan lalu.

“Harga telur saat ini turun. Sekarang Rp19.000/kg. Sudah sejak sepekan lalu. Kalau sebelumnya sempat di harga Rp22.000/kg,” kata warga Pulisen, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, Waryani, Rabu (8/9/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telur kemendag
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top