Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Harga Batu Bara Meningkat, Begini Respons Adaro Energi

PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) memastikan terus mengikuti perkembangan pasar dengan menjalankan kegiatan operasi sesuai rencana seiring kenaikan harga batu bara acuan (HBA) September 2021 yang mencapai US$150,03 per ton.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 07 September 2021  |  19:44 WIB
Harga Batu Bara Meningkat, Begini Respons Adaro Energi
Kegiatan pertambangan batu bara di wilayah operasional PT Adaro Energy Tbk. - adaro.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) memastikan terus mengikuti perkembangan pasar dengan menjalankan kegiatan operasi sesuai rencana seiring kenaikan harga batu bara acuan (HBA) September 2021 yang mencapai US$150,03 per ton.

Head of Corporate Communication Division PT Adaro Energy Tbk. Febriati Nadira mengatakan bahwa kegiatan operasional di tambang milik perusahaan akan berjalan sesuai rencana tanpa perubahan apapun meski harga batu bara terus meningkat.

“[Adaro Energy] terus berfokus untuk mempertahankan margin yang sehat dan kontinuitas pasokan ke pelanggan,” katanya kepada Bisnis, Selasa (7/9/2021).

Lebih lanjut, dia menuturkan, target produksi batu bara perusahaan tambang tersebut juga tidak akan berubah dari rencana awal, yakni 52–54 juta ton pada 2021. Target itu berbeda tipis dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 54,53 juta ton.

Menurutnya, Adaro terus memaksimalkan upaya untuk fokus terhadap keunggulan operasional bisnis inti dengan meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasi, menjaga kas, serta mempertahankan posisi keuangan yang solid di tengah pandemi.

Di sisi lain, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) menanggapi positif kenaikan harga batu bara acuan. Perusahaan tambang itu juga akan meningkatkan produksi hingga 30 juta ton sepanjang tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Apollonius Andwie C. mengatakan bahwa kenaikan tersebut merupakan sinyal positif atas kondisi ekonomi global. Dia menilai, sentimen itu menandakan kebangkitan industri dari pandemi Covid-19.

“PTBA menargetkan produksi batu bara menjadi 30 juta ton di tahun ini,” katanya kepada Bisnis, Selasa (7/9/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adaro harga batu bara
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top