Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ambil Posisi Minoritas, ADHI: Kami Fokus Konstruksi di JORR Elevated Cikunir–Ulujami

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. mengaku akan lebih fokus mengambil proyek sebagai kontraktor alih-alih sebagai investor pada tahun ini, seperti yang akan dilakukan di proyek Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated Cikunir–Ulujami.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 03 September 2021  |  16:02 WIB
Ambil Posisi Minoritas, ADHI: Kami Fokus Konstruksi di JORR Elevated Cikunir–Ulujami
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk. mengaku akan lebih fokus mengambil proyek sebagai kontraktor alih-alih sebagai investor pada tahun ini, seperti yang akan dilakukan di proyek Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated Cikunir–Ulujami.

Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi mengatakan bahwa tujuan utama perseroan dalam memenangkan lelang Tol JORR Elevated Cikunir–Ulujami adalah untuk mendapatkan pekerjaan konstruksi.

Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu alasan kenapa perseroan memilih menjadi pemegang saham minoritas dalam proyek tersebut.

“Ada dua tujuan, kalau kami mengambil proyek investasi, [yakni] untuk mengambil pekerjaan konstruksi atau untuk menjadi recurring income. [Proyek] jalan tol ini umumnya kami untuk mendapatkan pekerjaan konstruksi, bukan recurring income,” katanya kepada Bisnis, Jumat (3/9/2021).

Adapun, Adhi Karya hanya akan mengambil kepemilikan sebesar 10 persen dalam proyek Tol JORR Elevated Cikunir–Ulujami yang diperkirakan membutuhkan investasi Rp20,05 triliun melalui kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Dengan begitu, jika pemerintah memberikan dukungan investasi sebesar 30 persen, maka Adhi Karya akan memberikan kontribusi sekitar Rp1,2 triliun untuk jalan bebas hambatan yang memiliki panjang 21,5 kilometer itu.

Di sisi lain, fokus nilai kontrak baru Adhi Karya pada tahun ini juga tecermin pada jenis kontrak baru yang diambil. Sektor jasa konstruksi mendominasi nilai kontrak baru perseroan hingga 88,83 persen pada semester I/2021 atau setara dengan Rp5,95 triliun.

Walau demikian, Adhi Karya belum terlihat menjalankan amanat pemerintah sebagai spesialis konstruksi infrastruktur transportasi pada kontrak baru semester I/2021.

Pasalnya, kontrak proyek infrastruktur jalan dan jembatan pada semester I/2021 naik menjadi 44,41 persen dari posisi semester I/2020 di level 5 persen.

Sementara itu, kontribusi proyek transportasi susut dari 62 persen pada paruh pertama 2020 menjadi 32,44 persen pada Januari–Juni 2021. Adapun, kontribusi proyek gedung berada di kisaran 20,98 persen.

Entus menjelaskan, sejauh ini portofolio perseroan telah didominasi oleh proyek transportasi hingga 80 persen. Beberapa proyek yang dimaksud adalah konstruksi rel kereta api, light rail transit (LRT), dan depo kereta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adhi karya kontraktor proyek infrastruktur
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top