Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AIIB Sebut Total Investasi Untuk Indonesia Sebesar Rp42,1 Triliun Sejak 2016, Ini Rinciannya

Dana ini digunakan untuk membiayai 10 macam proyek yang ada di Indonesia mulai dari infrastruktur dan penanganan Covid-19.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 26 Agustus 2021  |  14:48 WIB
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) menerima Presiden Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Jin Liqun (ketiga kiri), di Ruang Kerja Presiden, Istana Bogor, Kamis (30/8/2018). - JIBI/Amanda Kusumawardhani
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) menerima Presiden Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Jin Liqun (ketiga kiri), di Ruang Kerja Presiden, Istana Bogor, Kamis (30/8/2018). - JIBI/Amanda Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) mengatakan telah mengucurkan total investasi sebesar US$2,89 miliar atau setara dengan Rp42,1 triliun untuk Indonesia.

Vice President and Chief Administration Officer AIIB Luky Eko Wuryanto mengatakan dana investasi tersebut telah dikucurkan pada dari Juni 2016 sampai dengan Juni 2021. Dana ini digunakan untuk membiayai 10 macam proyek yang ada di Indonesia mulai dari infrastruktur dan penanganan Covid-19.

Dia mengungkapkan AIIB sangat memperhatikan permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah baik jangka pendek kaitannya yaitu economic recovery atau response terhadap penanganan Covid-19 yang sangat diutamakan pemerintah saat ini.

"Tapi sementara itu juga kita menginginkan pemerintah memiliki kemampuan yang lebih baik kaitannya dengan menyongsong abad 21 terutama pembangunan infrastruktur yang sustainable,” jelas Luky, Kamis (26/8/2021).

Secara rinci, proyek yang didanai oleh AIIB di antaranya seperti proyek perbaikan lingkungan kumuh senilai US$216,5 juta atau Rp3,1 triliun (2016); proyek dana pembangunan infrastruktur regional senilai US$100 juta atau Rp1,4 triliun (2017); dan proyek peningkatan operasional dan keamanan bendungan tahap 2 senilai US$125 juta atau Rp1,8 triliun (2017).

Selanjutnya, mordernisasi irigasi strategis dan program rehabilitasi mendesak senlai US$250 juta atau Rp3,6 triliun (2018); infrastruktur perkotaan dan pariwisata di Mandalika senilai US$248,4 juta atau Rp3,6 triliun (2018); proyek PPP Satelit Multifungsi senilai US$150 juta atau Rp2,1 triliun (2020), dan program penguatan jaringan distribusi di Jawa Timur dan Bali senilai US$310 juta atau Rp4,5 triliun (2021).

Di sisi penanganan Covid-19 yaitu program tanggap aktif dan pengeluaran Covid-19 senilai US$750 juta atau Rp10,8 triliun (2020); program tanggap darurat Covid-19 senilai US$250 juta atau Rp3,6 triliun (2020); serta tambahan dana untuk program tanggap darurat Covid-19 senilai US$500 juta atau Rp7,2 triliun (2021).

Dengan total investasi di Indonesia sebesar US$2,89 miliar atau Rp42,1 triliun, Luky mengatakan Indonesia merupakan peminjam terbesar kedua di antara negara-negara anggota AIIB di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

“Jadi Indonesia adalah peminjam terbesar kedua setelah India. Indonesia sekitar 10 persen dari total US$26,45 miliar yang sudah dikeluarkan AIIB,” jelas Luky.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek infrastruktur aiib Covid-19 pemulihan ekonomi
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top