Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Summarecon (SMRA) Capai 75 Persen Target Penjualan, Intip Rahasianya

Sepanjang semester I/2021, SMR mencatat nilai penjualan Rp3 triliun atau telah mencapai 75 persen dari target tahun ini, yakni Rp4 triliun.
Summarecon. /Istimewa
Summarecon. /Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Pandemi covid-19 yang belum usai membuat pengembang memutar otak agar dapat berjualan, salah satunya PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA). 

Sepanjang semester I/2021, SMR mencatat nilai penjualan Rp3 triliun atau telah mencapai 75 persen dari target tahun ini, yakni Rp4 triliun.

Direktur Utama Summarecon Agung Adrianto P. Adhi mengatakan pencapaian penjualan tersebut dipicu oleh transformasi yang dilakukan secara menerus dan menyeluruh oleh perusahaan agar tetap produktif, relevan dengan kebutuhan, dan mengikuti dinamika pasar.

Transformasi yang dimaksud adalah pengembangan digital marketing dengan memanfaatkan sejumlah platform. 

Adrianto mengatakan kontribusi penjualan terbesar diberikan oleh Summarecon Serpong. Sebanyak 555 unit rumah terjual di proyek tersebut dengan total nilai Rp1,2 triliun. 

"Proyek Summarecon Bogor ini adalah hasil dari pemanfaatan digital marketing. Sekitar 40 persen, transaksi dilakukan secara online pada dua hari itu," ujarnya dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) secara virtual, Selasa (24/8/2021).

Perolehan penjualan pada semester I/2021 yang telah mencapai 75% dari target ini juga dikarenakan sejumlah stimulus dari pemerintah terutama relaksasi fiskal terutama Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), tingkat suku bunga kredit relatif rendah, dan rasio loan to value 100 persen.

Sejumlah insentif ini yang membuat properti semakin mudah dijangkau. 

Sementara itu, penjualan masih didominasi produk hunian baik rumah tapak maupun vertikal sebanyak 79 persen. Dari sisi harga, produk yang diminati adalah hunian kelas menengah dengan nilai antara Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

"Selama periode pertama pemberlakukan insentif fiskal PPN DTP, perusahaan mampu mengantongi penjualan sekitar Rp500 miliar hingga Rp600 miliar," katanya. 

Adanya perpanjangan insentif PPN hingga akhir tahun menjadi angin segar bagi emiten berkode SMRA ini. Pasalnya, Summarecon memiliki rumah ready stock yang dapat dimanfaatkan insentif ini dengan nilai mencapai Rp1,2 triliun.

"Perolehan penjualan yang didorong oleh PPN DTP akan naik karenaa kami ada potensi nilai Rp1,2 triliun," ucap Adrianto.  


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Yanita Petriella
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper