Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ikuti Jejak Subway, Sejumlah Waralaba Asing akan Masuk ke Indonesia

Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia memprediksi sejumlah waralaba asing akan segera masuk ke Indonesia menyusul Subway.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 24 Agustus 2021  |  17:27 WIB
Aneka Franchise. - Ilustrasi
Aneka Franchise. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia masih menjadi magnet bisnis bagi merek-merek waralaba (franchise) asing. Asosiasi mengungkap bahwa beberapa perusahaan di bisnis makanan dan minuman (food and beverages/F&B) asal luar negeri bersiap ekspansi ke Indonesia menyusul Subway.

“Ada beberapa franchise yang akan masuk. Di antaranya dari Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Eropa. Semuanya di lini F&B,” kata Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Levita Supit, Selasa (24/8/2021).

Levita mengatakan tidak bisa membeberkan nama-nama merek yang akan masuk tersebut karena merupakan bagian dari kesepakatan. Namun, dia menjelaskan bahwa hadirnya merek-merek waralaba asing, bahkan di tengah pandemi, menunjukkan bahwa pasar Indonesia masih memiliki prospek yang menjanjikan.

“Kemungkinan waralaba ini akan masuk pada 2022, sementara untuk sekarang mereka masih melihat perkembangan kebijakan untuk menentukan apakah akan beroperasi di dalam mal atau stand alone,” tambahnya.

Perkembangan kebijakan sendiri menjadi hal yang krusial bagi bisnis waralaba. Levita mengatakan bahwa banyak waralaba makanan dan minuman yang terimbas operasionalnya selama kebijakan penutupan mal kala pembatasan aktivitas masyarakat.

Sejauh ini, pemerintah mulai memberi izin pembukaan mal dan aktivitas makan di dalam restoran. Restoran yang berlokasi di kawasan dengan PPKM level 4 dan 3 bisa melayani dine-in dengan jumlah 25 persen dari kapasitas atau 2 orang per meja.

Adapun mengenai langkah Subway yang akan kembali ke Indonesia setelah sempat hengkang pada awal 2000-an dinilai Levita tidak lepas dari pertimbangan ketepatan waktu. Menurutnya, kondisi masyarakat Indonesia ditambah dengan regulasi operasional terbaru selama pandemi memberi kepastian bagi usaha-usaha baru.

“Mereka masuk ke Indonesia tidak asal masuk, pasti survei dulu. Fakta bahwa mereka mau masuk ke Indonesia menunjukkan bahwa pasar Indonesia menjanjikan dengan masyarakat yang gemar makan di luar,” ujar Levita.

Ekspansi di Indonesia menandai langkah awal dalam rencana berkelanjutan Subway untuk memperluas kehadiran di kawasan Asia Pasifik. Dalam keterangan resmi perusahaan, restoran Subway yang berada di Korea Selatan, Jepang dan Singapura telah meraih kesuksesan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir dan pertumbuhan serupa diharapkan tercapai di Indonesia.

Subway tercatat telah hadir di lebih dari 100 negara dengan total 40.000 restoran. Setiap restoran Subway dimiliki dan dioperasikan oleh pebisnis waralaba.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

subway waralaba
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top