Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produsen Sepeda Sesuaikan Kapasitas Produksi

Saat ini pasar sepeda baik ekspor maupun lokal tengah lesu di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia dan berbagai negara lain.
PT Roda Maju Bahagia adalah perusahaan manufakturing sepeda merek Element MTB, Police Bike, Camp, Ion, dan Capriolo. /PT Roda Maju
PT Roda Maju Bahagia adalah perusahaan manufakturing sepeda merek Element MTB, Police Bike, Camp, Ion, dan Capriolo. /PT Roda Maju

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen sepeda Element, PT Roda Maju Bahagia melakukan penyesuain produksi sejak kasus Covid-19 gelombang kedua terjadi.

Adapun pabrik sepeda Element berlokasi di Kendal, Jawa Tengah belakangan mencatatkan kasus infeksi Covid-19 cukup tinggi dan terimbas pemberlakuan PPKM Level 4.

Chief Executive Officer PT Roda Maju Bahagia Hendra mengatakan hingga saat ini pabrikan memang telah menyesuaikan kapasitas menjadi 50 persen. Pasalnya, kinerja penyerapan sepeda juga cukup terkendala baik di pasar ekspor maupun lokal.

"Jadi kalau mau full juga barangnya tidak bisa dijual, tetapi kami memang sudah hitung. Tahun lalu itu bonus buat sepeda sehingga tahun ini dapat 50 persen saja dari tahun lalu itu sudah luar biasa dan masih lebih baik dari 2019," katanya kepada Bisnis, Senin (23/8/2021).

Menurut Hendra dari kinerja ekspor, kendala kontainer masih berlangsung hingga saat ini. Belum lagi, pasar sepeda Element yang kebanyakan masih di Asia juga harus terhambat peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah negeri jiran.

Hendra bahkan menyebut biasanya waktu kirim membutuhkan 7 hari, sekarang bisa mencapai 2-3 minggu.

Namun, Hendra melanjutkan, di tengah kondisi yang serba tertekan itu pabrikan tetap terus memproduksi sejumlah varian sepeda baru. Sejak awal tahun, setidaknya 10 model baru telah dirilis.

"Salah satunya yang seri Nusantara kemarin, karena hasil kerjasama dengan Kemenparekraf dan Tiket.com 8 bulan lalu, jadi kami tetap rilis seri keempat," ujarnya.

Sisi lain, Hendra menambahkan dari segi harga, pihaknya menyebut tidak pernah melakukan kenaikan sejak tahun lalu. Alhasil, jika saat ini ada yang menyebut harga turun itu dikarenakan permainan harga di pasar.

"Contoh yang Troy dari pabrik harga jual itu Rp4 jutaan, lalu kemarin sempat barang tidak cukup jadi reseller menaikan sampai Rp8 juta dan sekarang harganya sudah Rp5 jutaan lagi dianggap turun harga padahal tidak, mungkin brand lain kemarin naikkan harga tapi kami tidak," kata Hendra.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ipak Ayu
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper