Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPKM Masih Berlangsung, Super Air Jet Mesti Realistis Terbangi 2 Rute

Maskapai dengan awak kabin berjuluk super crew tersebut harus menunggu turunnya level PPKM untuk perlahan meningkatkan jumlah penumpang.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 09 Agustus 2021  |  14:37 WIB
Kru kabin Super Air Jet.  - Dok. Istimewa
Kru kabin Super Air Jet. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Maskapai baru yang dimiliki keluarga Kirana, Super Air Jet harus realistis menyikapi penurunan jumlah penumpang selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kendati sudah memulai penerbangan perdananya pada 6 Agustus 2021.

Pemerhati penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (JAPRI) Gerry Soedjatman mengatakan maskapai dengan tarif hemat tersebut memang sudah berencana membuka dua rutenya yakni Jakarta - Batam dan Jakarta - Medan.

Hanya saja, lanjutnya, pembukaan rute tersebut sedikit mengalami kemunduran dari semula yang semestinya pada akhir Juli 2021 karena mempertimbangkan kebijakan PPKM yang berimbas kepada rendahnya tingkat permintaan transportasi udara saat ini.

Namun, di sisi lain, maskapai tersebut juga tetap harus terbang karena izin rutenya sudah dikeluarkan dan harus dipakai.

“Saya rasa mereka realistis kok bahwa selama PPKM berlangsung permintaan akan tertekan. Mungkin mereka harus terbangi karena izin rutenya harus dipakai,” ujarnya, Senin (9/8/2021).

Terkait dengan panga pasar milenial yang hendak digaet maskapai tersebut, Gerry menilai strategi tersebut sudah tepat karena generasi ini mulai masuk ke segmen terbesar. Hal tersebut termasuk untuk rute perdana yang baru saja dibuka, yakni di Medan, Gerry berpendapat segmen pasar milenial sudah lebih besar dari 50 persen sebelum pandemi.

Menurutnya, bagi independent travelling, tidak perlu ada atraksi khusus di daerah tujuan. Tujuan perjalanan ini sekedar untuk rehat sejenak dan mencari suasana baru atau city breaks. Selain itu, untuk sementara Super Air Jet juga bisa mengambil pangsa pasar penumpang perjalanan bisnis.

“Medan sendiri kan pintu masuk ke Sumatera Utara. Selama ini Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang memang populer banget buat city breaks. Setelah itu baru Medan dan Batam. Buat yang keperluan bisnis kan juga ada,” imbuhnya.

Menurutnya, maskapai dengan awak kabin berjuluk super crew tersebut tinggal menunggu turunnya level PPKM untuk perlahan meningkatkan jumlah penumpang.

Sebelumnya, Direktur Utama Super Air Jet Ari Azhari mengatakan telah melayani rute penerbangan dari Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, di Tangerang (CGK) untuk tujuan Medan (KNO) melalui Bandar Udara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Selain itu juga ada Batam (BTH) melalui Bandar Udara Internasional Hang Nadim di Kepulauan Riau.

Super Air Jet beroperasi dengan frekuensi terbang 1 kali setiap hari yang dilayani pergi pulang (PP) menggunakan Airbus 320-200 berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi.

Menurutnya, Medan dan Batam sebagai kota tujuan paling banyak diminati oleh para milenial. Rute ini mempunyai karakter peluang pasar penerbangan domestik yang besar.

Keunikan paling dominan dari Medan dan Batam dimata milenial adalah kota petualangan, menawarkan berbagai objek wisata unggulan seperti kuliner, religi, sejarah, budaya, bahari dan lainnya serta didukung kekhasan dari kearifan lokal.

Kemudian juga kota bisnis, sentra bisnis, wirausaha baru, pengusaha kecil dan menengah, industri modern, industri tradisional, industri kerajinan dan lainnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

generasi milenial PPKM Super Air Jet
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top