Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Energi, Waketu Komisi VII: Indonesia Jangan Latah Ikut Eropa

Isu transisi energi menjadi bagian dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang EBT yang tengah digodok oleh DPR.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 02 Agustus 2021  |  16:16 WIB
Soal Energi, Waketu Komisi VII: Indonesia Jangan Latah Ikut Eropa
Pembangkit listrik tenaga angin di China. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Ketua (Waketu) Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman mengatakan bahwa kebijakan transisi energi harus dirumuskan secara bijak untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Saat ini, negara di dunia beramai-ramai bergerak melakukan transisi energi dari penggunaan energi fosil ke energi terbarukan untuk menuju emisi zero karbon.

Dalam menyikapi isu transisi energi ini, Maman menilai Indonesia tidak boleh latah mengikuti tren dunia tersebut dan terburu-buru beralih sepenuhnya ke energi baru terbarukan (EBT).

"Di Eropa memang sudah jadi tuntutan, di Indonesia isunya berbeda. Jangan juga kita jadi negara ceroboh, latah energi EBT. Karena Eropa sudah bergerak dengan isu zero karbonnya, lalu kita cepet-cepet pakai EBT tapi kita tidak memikirkan ketahanan energi kita. Itu tidak bijak buat negara kita," ujar Maman dalam diskusi Dampak Regulasi EBT Terhadap Ketahanan Energi Nasional, Senin (2/8/2021).

Dia mengatakan, saat ini ketersediaan sumber energi fosil di dalam negeri masih cukup melimpah dan keberadaannya tidak bisa diabaikan begitu saja. Perlu masa transisi untuk beralih dari penggunaan energi fosil ke EBT sehingga cadangan energi fosil yang ada bisa termanfaatkan secara optimal.

Isu transisi ini, kata Maman, juga menjadi bagian dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang EBT yang tengah digodok oleh DPR.

"Perlu ada aturan yang bijak, proporsional. Misal, kita siapkan apakah masa transisi 5 tahun atau 10 tahun. Jangan kalau nanti misal RUU EBT diketok tahun depan, akhirnya seluruh industri kita dipaksa gunakan EBT. Saya kira tidak mungkin karena masih banyak yang gunakan energi fosil. Perlu penataan, perlu transisi era. ‌Ini yang lagi mau kami bahas di dalam pembahasan RUU EBT," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi terbarukan energi fosil
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top