Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Promosi Produk Indonesia Kembali Aktif di Swiss Usai Pelonggaran

Kegiatan promosi ini dapat dilaksanakan setelah Pemerintah Swiss mulai melakukan relaksasi kebijakan pada 26 Juli, termasuk telah memperbolehkan penyelenggaraan dengan skala yang lebih besar.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 27 Juli 2021  |  13:20 WIB
Promosi Produk Indonesia Kembali Aktif di Swiss Usai Pelonggaran
Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman Hadad ketika membuka pameran Remarkable Indonesia Fair. - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kegiatan promosi produk Indonesia di Swiss kembali aktif setelah adanya pelonggaran pembatasan di negara tersebut.

Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman Hadad mengatakan hubungan Indonesia - Swiss semakin meningkat setelah semua pihak melakukan ratifikasi Indonesia-EFTA CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement between the Republic of Indonesia and the European Free Trade Association States).

Salah satu upaya agar terus meningkatkan neraca dagang antara kedua negara di tengah pandemi, perwakilan RI di Swiss menggelar pameran Remarkable Indonesia Fair yang merupakan bazar musim panas kuliner dan produk Indonesia serta pergelaran seni dan tari tradisional Indonesia.

Acara tersebut yang diselenggarakan pada tanggal 24-25 Juli 2021 di Kultur & Sprortzentrum, Pratteln, Swiss.

Kegiatan ini dapat dilaksanakan setelah Pemerintah Swiss mulai melakukan relaksasi kebijakan pada 26 Juli, termasuk telah memperbolehkan penyelenggaraan dengan skala yang lebih besar.

"Kemajuan yang sudah dicapai diharapkan akan terus meningkat dengan komitmen kedua negara terus memperkuat kemitraan, khususnya dalam hubungan ekonomi yang semakin erat serta komitmen dukungan Swiss dalam kemitraan ekonomi komprehensif dengan Eropa melalui Indonesia - EFTA CEPA," seperti dikutip dari siaran pers pada Selasa (27/7/2021).

Pergelaran acara ini juga bertepatan dengan perayaan peringatan 70 tahun hubungan Indonesia dengan Swiss, sejak dibukanya hubungan diplomatik kedua negara pada 1951.

Acara ini juga dihadiri Walikota Pratteln, Stephan Burgunder hadir dan membuka kegiatan secara resmi didampingi Presiden Verein Indonesia-Schweiz, Ersalina Schimidlin; KUAI PTRI Jenewa, Dubes Grata Werdaningtyas dan Dewatap RI II di Jenewa, Dubes Syamsul Siregar.

Kegiatan Remarkable Indonesia Fair menampilkan berbagai gerai/paviliun Indonesia dengan kategori food/drink dan kategori non-food. Para pengunjung dapat menikmati kuliner nusantara dan suguhan kopi asal berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan data Swiss Federal Customs Administration (FCA), total nilai ekspor Indonesia ke Swiss sepanjang periode Januari-Juni pada 2021 yaitu sebesar US$888 juta.

Sementara nilai impor Indonesia dari Swiss sebesar US$173 juta. Perdagangan Indonesia-Swiss mencatat surplus bagi Indonesia sebesar US$715 juta pada periode Januari-Juni pada 2021, atau senilai Rp 10,3 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

swiss perdagangan internasional pameran dagang
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top