Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sistem Sempat Error, Importir: Ada Potensi Gangguan Pasokan Bawang Putih

Terganggunya sistem CEISA diperkirakan membuat 300 kontainer berisi bawang putih dan bawang bombai yang tertahan dan belum bisa keluar.
Pedagang bawang putih beraktifitas di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis/Abdurachman
Pedagang bawang putih beraktifitas di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Importir bawang putih dan bawang bombai memperingatkan konsumen akan potensi gangguan pasokan dan kenaikan harga barang akibat gangguan pada Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) di Bea Cukai yang sempat terjadi pada pekan lalu.

“Kami informasikan bahwa 2 minggu ini telah terjadi gangguan sistem layanan Customs-Excise Information System and Automation [CEISA] yang digunakan Bea Cukai dalam pelayanan kepabeanan dan cukai. Hal ini mengakibatkan kontainer berisi bawang putih atau bawang bombai impor menjadi terganggu proses pengeluaran dari pelabuhan,” kata Ketua II Pelaku Usaha Bawang Putih dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo) Valentino melalui pesan tertulis yang diterima, Rabu (21/7/2021).

Akibat keterlambatan tersebut, Valentino mengatakan kontainer-kontainer berpendingin yang tertahan harus menggunakan daya listrik tambahan sampai sistem CEISA kembali normal.

“Konsekuensinya, selain ada tambahan biaya akibat konsumsi listrik tersebut, tidak menutup kemungkinan akan ada gangguan pasokan bawang putih dan bawang bombai dalam beberapa waktu mendatang,” lanjutnya.

Valentino memperkirakan terdapat sekitar 300 kontainer yang tertahan dan belum bisa keluar. Kontainer-kontainer tersebut berisi bawang putih, bawang bombai, sayuran, dan buah-buahan.

Mengutip informasi di akun Instagram Bea Cukai Tanjung Priok pada 2 hari lalu, sistem CEISA disebut telah kembali secara bertahap. Karena itu, Pemberitahuan Impor Barang (PIB) manual serta billing manual yang sebelumnya dilakukan lewat Sistem Layanan Informasi Mandiri (SLIM) ditutup.

Sementara itu, data BPS menunjukkan impor bawang putih dengan kode HS 07032090 dalam kurun Januari sampai Mei 2021 mencapai 145.253 ton. Jumlah tersebut turun dari realisasi impor periode yang sama pada 2020 yang mencapai 149.554 ton.

Sementara untuk bawang bombai, impor dengan kode HS 07031019 berjumlah 49.068 ton pada Januari sampai Mei 2021, turun dari 58.588 ton pada periode yang sama pada 2020.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper