Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Percepatan Vaksinasi Pekerja Industri Jadi Kunci Kinerja Ekspor

Saat performa perdagangan telah sejalan dengan target pertumbuhan yang dipatok pemerintah, pelaku usaha berhadapan dengan lonjakan kasus Covid-19 dan PPKM Darurat.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 14 Juli 2021  |  18:59 WIB
Percepatan Vaksinasi Pekerja Industri Jadi Kunci Kinerja Ekspor
Pekerja pabrik pulang seusai bekerja di salah satu pabrik makanan di Jakarta, Sabtu (11/4/2020). - Bisnis/Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Percepatan vaksinasi Covid-19 pekerja di industri manufaktur berorientasi ekspor dan kelancaran produksi diharapkan menjadi solusi dari tantangan kinerja perdagangan di tengah kenaikan kasus positif.

Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan ekspor Indonesia menghadapi beberapa kendala, di antaranya adalah kelangkaan kontainer dan meningkatnya kasus Covid-19. Di sisi lain, performa perdagangan sejatinya telah sejalan dengan target pertumbuhan yang dipatok pemerintah.

“Kementerian Perdagangan telah merumuskan beberapa langkah untuk mengatasi kendala tersebut, di antaranya dengan mendukung realisasi secepatnya program vaksinasi bagi industri berorientasi ekspor,” kata Wisnu kepada Bisnis, Rabu (14/7/2021).

Wisnu juga mengatakan bahwa Kemendag telah menyiapkan aturan dan sistem yang memastikan adanya kemudahan dan kecepatan dalam proses perizinan. Kemendag juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Polri untuk mengantisipasi kendala pendistribusian bahan baku industri berorientasi ekspor.

Dia mencatat bahwa pertumbuhan ekspor nonmigas mencapai 30,3 persen dalam kurun Januari sampai Mei 2021. Realisasi kinerja pada periode ini, kata dia, meunjukkan indikasi yang mendukung realisasi target pertumbuhan yang dipatok naik 6,3 persen pada 2021.

Wisnu menjelaskan ekspor nonmigas Indonesia ke beberapa negara tujuan utama, seperti China, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Malaysia menunjukkan tren yang positif.

“Bahkan ekspor nonmigas ke China,Vietnam, dan Filipina menunjukkan pertumbuhan yang kuat, di atas rata-rata pertumbuhan ekspor nonmigas secara umum,” tambahnya.

Dia juga mengemukakan bahwa kontribusi produk manufaktur terhadap total  ekspor Indonesia mencapai 49 persen pada 2020 dengan nilai US$80,2 miliar. Ekspor produk manufaktur tumbuh rata-rata 3,4 persen dalam kurun 2016 sampai 2020. Kontribusi produk industri manufaktur, kata Wisnu, diharapkan meningkat 1 persen menjadi 50 persen dari total ekspor 2021. Untuk itu, ekspor produk industri manufaktur pada 2021 diproyeksi tumbuh naik 8,2 persen secara tahunan.

“Jadi di tengah pandemi Co-19 ini, ekspor Indonesia memiliki performa dan peluang yang baik. Terutama ekspor produk industri dan manufaktur sebagai penyokong utama ekspor Indonesia,” kata dia.

Wisnu mengatakan tantangan saat ini adalah bagaimana Indonesia dapat memenuhi permintaan dunia dan memperkuat sisi pasokan. Menurutnya, hal ini akan sangat berkaitan dengan kesiapan sumber daya manusia sebagai salah satu faktor produksi utama.

“Peningkatan kasus Covid-19 tentu akan berdampak pada kesiapan dan ketersediaan tenaga kerja Indonesia, yang pada akhirnya akan memengaruhi sisi suplai ekspor Indonesia. Untuk itu, sangat diperlukan percepatan vaksinasi industri padat karya, terutama di zona merah,” kata Wisnu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor kementerian perdagangan Vaksin Covid-19
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top